GAZA (Realita) - Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas menegaskan negaranya tidak untuk dijual. Pernyataan itu disampaikan sebagai penegasan terbarunya atas penolakan terhadap rencana relokasi penduduk Jalur Gaza.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana merelokasi penduduk Jalur Gaza ke luar wilayah itu dengan alasan rekonstruksi. Dia memaksa Mesir dan Yordania untuk menerima penduduk Gaza.
"Sikap tegas Palestina," ujar Abbas, seraya menegaskan, tidak ada bagian dari wilayahnya, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, atau Yerusalem yang akan dilepaskan, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (20/2/2025).
Abbas menggarisbawahi pentingnya mematuhi legitimasi internasional serta Prakarsa Perdamaian Arab sebagai dasar bagi setiap resolusi politik atas perjuangan Palestina.
Dia menyambut baik pernyataan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed (MBZ) yang disampaikan saat bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Rabu (19/2/2025). MBZ menegaskan kembali penolakan tegas negaranya terhadap segala upaya untuk merelokasi penduduk Palestina.
Di hari yang sama, Mesir dan Spanyol juga menolak rencana AS untuk memindahkan warga Gaza.
Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, menolak usulan kontroversial Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza dengan alasan rekonstruksi.
Berbicara di Madrid menjelang pertemuan dengan Sanchez, Al Sisi menyerukan dukungan masyarakat internasional serta penerapan rencana untuk membangun kembali Gaza tanpa menggusur warga Palestina.
"(Rakyat Palestina) Berpegang teguh pada tanah air mereka, yang tidak akan mereka lepas," kata ujarnya.
Sanchez mendukung seruan tersebut.
"Gaza milik Palestina dan merupakan bagian dari negara Palestina masa depan," ujar pria pendukung setia perjuangan Palestina itu.new
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-36554-presiden-palestina-tegaskan-negaranya-tidak-dijual