Terkait Dugaan Pelecehan Siswi SD di Depok, Ini Langkah yang Diambil Pemkot

DEPOK (Realita) - Adanya dugaan pelecehan seksual pada salah satu Sekolah Dasar (SD) oleh oknum guru kepada belasan siswi turut disoroti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Dalam hal ini, Pemkot Depok sudah mengambil langkah dengan memanggil pihak sekolah terkait peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik).

"Kita sudah bertemu ya, kebetulan juga ada dari pihak sekolah, Yayasan juga. Lalu kami pun didampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sudah bertemu," ucap Nessi Jumat (11/4/2025).

Namun, Nessi tidak menerangkan lebih rinci perihal pertemuan dengan pihak sekolah tersebut.

Akan tetapi, DP3AP2KB akan melakukan upaya guna penjangkauan dalam penanganan kasus ini.

Selain itu, DP3AP2KB juga akan datang ke sekolah tersebut untuk melihat situasi lebih lanjut dan mengambil beberapa langkah.

"Jadi saat ini saya masih belum dapat memberi keterangan apa-apa lebih lanjut. Tapi nanti kami dari Satgas kota akan ke sekolah," terang Nessi.

Untuk saat ini, Nessi menjelaskan, pihaknya baru bertemu dengan perwakilan pihak sekolah, tapi belum menemui siswa maupun anak yang diduga menjadi korban.

Dalam waktu dekat, Nessi berencana akan datang ke sekolah untuk melakukan assessment.

"Kita tentunya harus ke lapangan ya, baru saya bisa tahu kondisi sebenarnya itu seperti apa," beber Nessi.

Sampai saat ini, DP3AP2KB belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut karena belum punya data pasti jumlah siswa yang diduga menjadi korban.

"Masih belum (jumlah korban), kan belum diinformasikan, saya baru tahunya itu dari media. Makanya kita juga harus tahu apakah betul ada korban itu, apakah betul jumlahnya sekian, apa juga betul kejadiannya seperti itu, jadi harus lebih detail," tutur Nessi.

Lebih lanjut, Nessi menerangkan, DP3AP2KB berencana akan membawa tim psikolog guna mengungkap akta dalam peristiwa ini.

Jika dalam assessment yang ditemukan DP3AP2KB ada dugaan pelanggaran, maka nantinya akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

"Jika betul ada kekerasan itu kan, kalau dilanjutkan kepada proses hukum kan memang berat ya, kalau kasus pelecehan seksual kepada anak," ucap Nessi.

Disisi lain, Kepala Disdik Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah menyampaikan jika pihaknya juga sudah memanggil pihak sekolah.

"Iya (pemanggilan pihak sekolah)," kata Siti.

Namun, Disdik belum bisa memberikan keterangan resmi dari hasil pertemuan dengan pihak sekolah tersebut.

Itu karena, belum ada keterangan lengkap yang diterima oleh Disdik dari pihak korban.

"Kita belum dapat menyatakan itu, itu informasi sepihak, jadi harus kita assessment, belum bisa ini kan ke media," jelas Siti.

Dalam pemberitaan sebelumnya, para orang tua salah satu SD di Kota Depok ini merasa cemas karena adanya dugaan kasus pelecehan terhadap siswi yang dilakukan oleh oknum guru di sekolah itu. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Prabowo Resmikan Kilang Minyak Balikpapan

BALIKPAPAN (Realita)- Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). …