PONOROGO (Realita)- Kawasan warung remang-remang du Desa Demangan Kecamatan Siman ditutup paksa oleh Satpol-PP dan warga sekitar. Ini setelah 13 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang mangkal dikawasan ini positif terjangkit HIV-AIDS, Senin (05/05/2025).
Dari pantauan dilapangan, sebanyak 13 warung yang juga melayani jasa plus-plus ini ditutup paksa. Tak hanya dipasangi stiker penyegelan oleh Satpol-PP. Warga juga mencoret-coret dinding warung dengan berbagai tulisan.
Dari data yang berhasil dihimpun, kawasan warung reman-remang yang berada di pinggir jalan jalur Ponorogo-Jetis ini sejak beroperasi pada 2020 lalu, ada 29 PSK yang datang dari berbagai daerah bekerja sebagai palayan plus-plus di kawasan ini. Terbaru saat Dinas Kesehatan Ponorogo melakukan pemeriksaan kesehatan dari puluhan PSK warung Siman beberapa waktu lalu, 13 PSK positif HIV-AIDS.
Anggota BPD Demangan, Ihsan Muttaqin mengatakan, keberadaan warung remang-remang di desanya ini sangat meresahkan. Selain dipinggir jalan, juga dekat dengan Universitas Darusalam Gontor (UNIDA), dan jalur utama menuju Pondok Pesantren Modern Gontor.
" Lokasi warung tersebut berada di pinggir jalan utama yang kerap dilintasi tamu luar kota, termasuk menuju Pondok Gontor dan Unida. Kalau dibiarkan, ini jadi wajah buruk Ponorogo. Terlebih sudah ada 13 PSK yang positif HIV,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak 2023 lalu pihaknya, DPRD dan Satpol-PP Ponorogo sudah memberi kesempatan kepada pemilik warung menutup aktivitasnya, namun tidak diindahkan.
“Dulu kami beri kesempatan kedua karena mereka mengaku akan berubah. Tapi kenyataannya malah melanggar lagi. Maka hari ini kami sepakat, kalau masih buka, akan kami bongkar paksa,”
Sementara itu, Kepala Bidang Perda Satpol-PP Ponorogo, Hendra Asmara mengungkapkan, saat ini pihaknya hanya mampu melakukan penyegelan saja. Pasalnya, lahan warung berada di atasa lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sehingga pembongkaran tidak bisa dilakukan sepihak.
" Tanah ini milik PT KAI, jadi tidak serta merta bisa langsung dibongkar. Tapi kami tetap tindak lanjuti dan jika terbukti ada praktik asusila, maka akan kami pidanakan,” ungkapnya.
Hendra menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan warga untuk sama-sama mendesak PT KAI untuk membongkar bangunan warung ini. Sebelum dibongkar paksa oleh warga.
" Kami meminta PT KAI untuk membongkar. Karena kalau tidak dibongkar akan dibongkar paksa oleh warga," pungkasnya. znl
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-38726-13-psk-terjangkit-hiv-warung-siman-ponorogo-ditutup-paksa