Kades Kalibuntu Sebut Kasus Tewasnya RS Jalan di Tempat, Ibu Korban: Semoga Tak Terjadi dengan Mereka

BREBES (Realita) - Sartono selaku Kepala Desa Kalibuntu, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes sangat mendukung penuh pengungkapan tragedi kelam di wilayahnya oleh pihak kepolisian.

Di konfirmasi wartawan terkait pernyataannya berberapa bulan lalu, yang menyatakan bahwa pemerintah desa sementara waktu melarang kegiatan orkes atau hajatan dengan menggunakan Soundsystem dan seperti apa dukungannya dalam membantu pihak kepolisian mengungkap dugaan kasus kematian Rizky Setiawan (25) yang jasadnya dibuang di semak-semak pinggir Sungai Cisanggarung, pada 13 Oktober 2024 silam.

"Mohon maaf, masih dalam penyelidikan kepolisian, terkait perkembangan belum ada peningkatan yang signifikan, karena ini sudah ranah kepolisian. Pemerintahan Desa hanya bisa membantu dan memfasilitasi kepolisian mana kala diminta," ujar Sartono kepada wartawan, Selasa (6/5/2025).

Dirinya juga membenarkan pernyataannya, bahwa Pemerintah Desa Kalibuntu melarang sementara waktu untuk pelaksanaan acara orkes dan hajatan dengan meriah kecuali soundsystem mini dan pengajian. Itupun berdasarkan permintaan keluarga korban dan hasil keputusan musyawarah desa.

Kala itu, peristiwa yang sangat menyedihkan menimpa keluarga Ibu Rumisah (43), yakni adinda Rizky Setiawan pemuda asal Desa Kalibuntu yang diduga kuat menjadi korban pembunuhan pasca acara Sedekah Bumi. Para terduga pelaku sampai saat ini masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian Polres Brebes jajaran Polda Jawa Tengah.

"Masyarakat masih tertutup, saya sendiri merasa prihatin dengan kejadian ini dan sampai saat sekarang belum terungkap," katanya.

Ditanya kembali, apa peran serta pemerintah desa dalam membantu proses penyelidikan yang memakan waktu berbulan-bulan dan hingga kini pihak kepolisian masih mencari bukti-bukti tambahan agar kasus ini terang benderang.

"Ya tentunya, kami pemerintah desa berharap kepada seluruh masyrakat untuk selalu proaktif dan bisa memberikan informasi kepada pihak berwajib. Sekecil apapun infonya agar kasus ini cepat terselesaikan," ungkapnya.

Agar kedepan, kita hidup dengan situasi yang normal dan ini sebagai pengalaman serta pembelajaran buat kami (pemerintah desa) agar selalu bijak dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai Pemerintah desa, yang membuat masyarakatnya merasa aman dan nyaman, " ulasnya.

Terpisah Ibu korban, Rumisah menyayangkan kepada masyarakat Desa Kalibuntu tidak mau membantu memberikan informasi mengenai peristiwa tewasnya Rizky kala itu.

"Yang saya lebih merasakan sakit, kok masyarakat tidak ingin bareng-bareng berjuang untuk mngungkap kasus ini," ucapnya.

Dirinya juga menambahkan, kayanya pada cuek-cuek saja, dalam membantu saya. Sebagai seorang ibu yang anaknya di bantai dengan sadis dan keluarga besarnya mengumpulkan informasi memecahkan tragedi ini.

"Coba ini terjadi di mereka atau keluarganya, apa yang mereka rasakan," beber Rumisah sambil menitikkan air matanya.

Banyak pihak yang hingga kini memberikan kepedulian besar agar kasus Rizky Setiawan cepat terbongkar, seperti halnya seorang perempuan yang juga mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2016-2020 dan 2020-2024.

"Walaikum salam. Terima kasih banyak sharingnya. Saya coba komunikasikan dengan Kompolnas dan Kapolda," ucap Poengky Indarti yang kini menjadi Pemerhati Kepolisian.

Begitu pula, respon cepat Komisioner Kompolnas periode 2024-2028, Gufron Mabruri.

"Nggih, saya coba atensi perkembangannya ke Polda Jateng," tutur Eks Direktur Eksekutif Imparsial yang sering aktif mengisi berbagai seminar, diskusi dan pelatihan dalam isu HAM. (tom)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pengemudi Mabuk, Audi Menabrak Pejalan Kaki

JAIPUR (Realita)- Para petugas mengatakan ada empat orang di dalam mobil tersebut - yang semuanya diduga dalam keadaan mabuk. Satu orang ditangkap, sementara …