DEPOK (Realita) - Polres Metro Depok akan mengambil langkah tegas dalam mengatasi premanisme dan keresahan masyarakat.
Khususnya terhadap oknum yang berlindung di balik atribut organisasi kemasyarakatan (ormas).
"Pada hakikatnya kegiatan ini sama seperti jajaran Polda Metro Jaya dan seluruh Indonesia, yaitu untuk mengatensi masalah premanisme," ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, Rabu (14/5/2025).
Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 98 personel dalam tiga tim khusus.
Termasuk dukungan dari jajaran polsek di seluruh wilayah Kota Depok untuk melakukan langkah-langkah sistematis.
Kapolres mengungkapkan, terdapat beberapa titik rawan yang menjadi sasaran operasi.
"Ada beberapa yang menjadi sasaran targetnya. Di antaranya tukang-tukang parkir yang melakukan kegiatan di luar aturan hukumnya, artinya ada pemaksaan di situ," ucap Kapolres.
"Kemudian lokasi-lokasi yang rawan dijadikan tempat untuk para debt colector, ini juga menjadi sasaran kita," imbuh Kapolres.
Kapolres menekankan bahwa langkah penertiban akan tetap berdasarkan landasan hukum yang jelas.
Jika terbukti terdapat unsur pidana, maka proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan.
"Artinya kalau yang bersangkutan melakukan pemerasan atau pelanggaran hukum lainnya, tentu akan kita proses," jelas Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menuturkan, jika penanganan premanisme ini dilakukan dengan kolaborasi antara Polres Metro Depok, Kodim 0508, dan Pemerintah Kota Depok.
Kerja sama ini, tambah Kapolres, diharapkan dapat menciptakan situasi kota yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Tentu kegiatan ini akan kita lakukan bersama dengan Kodim dan Pemkot, demi menciptakan rasa aman bagi warga," terang Kapolres.
Terkait maraknya bendera ormas yang menjadi simbol eksistensi premanisme terselubung, Kapolres menyebut bahwa langkah penertiban juga akan dilakukan secara sistematis dan sesuai prosedur.
"Ya betul nanti kita akan lakukan langkah-langkah sistematis dalam rangka untuk menciptakan kondusifitas di wilayah kita, terutama untuk menanggulangi masalah premanisme ini," ujar Kapolres.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna, menyambut baik penanganan premanisme di Kota Depok.
"Yang saya syukuri adalah keinginan semua lapisan untuk kondisi yang aman, nyaman, dan kondusif," ujar Pradi.
Pradi menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil, agar tidak ada warga tak bersalah yang menjadi korban kesalahan prosedur.
"Namun sekali lagi, upaya ini adalah tidak lain untuk memberi nyaman buat kita semua. Tentu tetap dengan landasan hukum yang jelas," tutup Pradi. Hry
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-38956-sikat-premanisme-polres-metro-depok-petakan-titik-rawan