SURABAYA (Realita)- Menyusul adanya laporan dan beredarnya kabar di media sosial dan realita.co https://realita.co/baca-38833-website-unesa-diduga-diretas-hingga-tampilkan-judi-online-mahasiswa-resah-diteror-telepon-penipuan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menegaskan bahwa itu merupakan modus penipuan atau scam yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Demikian dikatakan Direktur Humas dan Informasi Publik Universitas Negeri Surabaya, Vinda Maya Setianingrum melalui rilisnya kepada Realita.co, Senin (19/5/2025).
"Modus penipuan tersebut memanfaatkan data pribadi mahasiswa. Untuk itu, Unesa melalui Computer Security Incident Respons Team atau CSIRT bergerak cepat melakukan investigasi menyeluruh, termasuk menelusuri sumber data civitas yang digunakan dalam modus penipuan tersebut," tulis Vinda.
Berdasarkan hasil penelusuran, menurut Vinda, dugaan eksploitasi data tersebut berkaitan dengan kegiatan akademik yang pengumpulan berkas dan dokumennya menggunakan Google Drive dengan sistem open file atau open document. Juga berkaitan dengan aktivitas digital mahasiswa di internet.
Unesa memahami betul kerasahan dan kekhawatiran yang dirasakan mahasiswa atau civitas. Karena itu, Unesa mengimbau kepada seluruh civitas untuk mengabaikan dan tidak mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenal, terutama nomor yang berawalan 0888XXXX.
Civitas diminta untuk tidak menanggapi permintaan dan tidak memberikan data pribadi tertentu atau melakukan transfer dana dalam bentuk apapun kepada pihak yang tidak dikenal atau pihak yang tidak sah, yang mengatasnamakan lembaga atau instansi tertentu.
Bagi mahasiswa atau civitas yang mendapat telepon, atau yang menjadi korban modus penipuan ini untuk segera melapor di kanal pelaporan: https://csirt.unesa.ac.id/page/aduan-siber, atau melalui WhatsApp Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi, 085175455887 (WA).
"Unesa menyampaikan permohonan maaf dan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Unesa berkomitmen menjaga keamanan data mahasiswa atau civitas dengan sistem kemanan siber yang maksimal, sehingga kejadian serupa tidak terulang ke depannya," pungkas Vinda.ty
Editor : Redaksi