DEPOK (Realita) - Polsek Sukmajaya, Kota Depok, bergerak cepat dalam menindaklanjuti Operasi Brantas Jaya 2025.
Operasi ini digelar sebagai bentuk komitmen jajaran kepolisian dalam memberantas segala bentuk tindakan premanisme.
Khususnya yang meresahkan masyarakat di ruang publik seperti tukang parkir liar, pengamen memaksa, hingga pak ogah.
Kapolsek Sukmajaya, AKP Rizky Firmansyah Tontowiputra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan belasan orang setiap harinya selama operasi berjalan.
“Dalam rangka Operasi Brantas Jaya 2025 ini, Polsek Sukmajaya gencar melaksanakan operasi tangkap premanisme. Setiap hari kurang lebih 10-15 orang kita amankan yang diduga melakukan pungli atau tindakan premanisme,” ungkap AKP Rizky, Rabu (21/5/2025).
Menurut Kapolsek, aetiap individu yang diamankan dilakukan pengecekan awal, termasuk apakah membawa senjata tajam (sajam) atau barang berbahaya lainnya.
Jika tidak ditemukan unsur pidana berat, maka mereka akan didata dan dibina.
“Langkah-langkah yang kami lakukan adalah pengecekan. Bila tidak ditemukan sajam atau barang membahayakan, kami data dan lakukan pembinaan sebelum diserahkan ke Dinas Sosial,” jelasnya.
Barang bukti yang ditemukan, kata Kapolsek, mayoritas berupa uang tunai, hasil dari dugaan praktik pungli maupun pemalakan di lokasi umum.
“Sejauh ini temuan kami baru sebatas uang tunai. Tidak ada senjata tajam atau alat lain yang berbahaya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolsek menerangkan, pungli yang dilakukan diketahui bukan atas nama organisasi mana pun, melainkan murni atas nama pribadi.
“Dari hasil yang kita dapatkan di lapangan, mereka tidak membawa nama ormas maupun organisasi,” ujarnya.
Kapolsek mengungkapkan, sejumlah orang yang diamankan didominasi oleh tukang parkir liar (jukir), pengamen anak punk yang kerap menakut-nakuti pengunjung warung/kafe, hingga pak ogah yang mengatur lalu lintas demi imbalan.
“Jukir, anak punk yang ngamen dengan cara memaksa, bahkan ada juga yang meresahkan warga saat makan di tempat umum. Ini bisa masuk dalam golongan premanisme,” tuturnya.
Sampai hari ke-11 operasi, total sudah 20 sampai 30 orang yang diamankan. Pada hari Jumat saja, jumlahnya mencapai 12 orang.
“Di hari ke-11 kami amankan 12 orang. Dalam 11 hari, totalnya sudah antara 20 hingga 30 orang,” ujarnya.
Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas premanisme yang mereka temui di lapangan.
“Untuk masyarakat, khususnya Sukmajaya dan Cilodong, jika melihat atau merasa resah akibat ulah preman, silakan hubungi call center 110 atau langsung ke Polsek Sukmajaya. Bisa juga laporkan ke Bhabinkamtibmas setempat,” tandasnya.Hry
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-39158-razia-premanisme-polsek-sukmajaya-depok-amankan-puluhan-orang