LAMONGAN (Realita) - Seorang pria berinisial MS (45) warga Tlogorejo, Kecamatan Sukodadi, Kabupeten Lamongan babak belur dihajar massa di Dusun Tuyoh, Desa Pangkatrejo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Rabu (21/5/2025).
Pasalnya pria yang berprofesi sebaagai tukang pijat itu diduga hendak merudapaksa seorang nenek lansia berinisial berusia 69 tahun
Eko warga Pangkatrejo menjelaskan kejadian itu diketahui oleh Sudarmo (62) yang saat itu sedang berada di kandang kambing miliknya yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban yang curiga melihat seorang pria tidak dikenal masuk ke dalam rumah korban dan mendengar teriakan dari dalam rumah.
Merasa curiga, Sudarmo segera mendekati rumah korban dan mengintip melalui celah dinding asbes hingga melihat korban dalam kondisi berontak di atas tempat tidur.
"Awal nya pelaku masuk ke rumah korban dan sudaro saudara ipar korban curiga dan setelah dilihat pelaku kok tiba" nyopot CD korban dan memasukan jari nya kedalam kemaluan nya korban," jelasnya.
Melihat hal itu lanjut Eko, Sudarmo segera masuk ke dalam rumah dan berteriak menegur pelaku. Pelaku lalu mendorong Sudarmo hingga terjatuh, lali ia berteriak dan didengar oleh Eko anak nya langsung nyeret pelaku dan kejadian itu diketahui warga .
"Pelaku saya seret keluar dan kemudian dihajar warga, " terangnya.
Kejadian kemudian di laporkan ke Polsek Lamongan kota. Polsek Lamongan Kota bergerak cepat mengamankan seorang pria yang diduga hendak merudapaksa terhadap seorang perempuan lanjut usia di Dusun Tuyoh, Desa Pangkatrejo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Pelaku yang babak belur hingga tak sadarkan diri akibat dihajar warga itu kemudian dievakuasi dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan .
Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizky Akbar Kurniadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pelaku sudah diamankan dan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan saksi-saksi serta korban.
"Pelaku tadi masih diobservasi di rumah sakit, dan belum bisa diajak komunikasi," kata AKP Rizky
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi