CILEGON (Realita) – Dugaan praktik prostitusi yang dilakukan secara terselubung melalui aplikasi perpesanan digital kembali mencuat di Kota Cilegon.
Kali ini, sebuah penginapan bernama Tadaima Suite menjadi sorotan setelah muncul informasi adanya praktik prostitusi yang dikendalikan lewat aplikasi WeChat.
Informasi ini terungkap berdasarkan hasil pantauan lapangan seorang wartawan pada Rabu (2/7/2025). Dalam investigasi tersebut, seorang perempuan berinisial R disebut-sebut menawarkan jasa esek-esek dengan menyebut Tadaima Suite sebagai lokasi pertemuan.
"250 nett sayy, Tadaima Suite Cilegon," tulis R dalam pesan singkat melalui WeChat yang berhasil diakses tim wartawan.
Menanggapi tudingan tersebut, pihak manajemen Tadaima Suite melalui perwakilannya, Nahrul, secara tegas membantah bahwa penginapan mereka digunakan sebagai lokasi praktik prostitusi.
“Kami menolak keras segala bentuk kegiatan prostitusi di lingkungan penginapan. Kami punya aturan internal yang tegas. Bila ada kejadian seperti itu, kami langsung memberikan sanksi,” ujar Nahrul saat dikonfirmasi.
Ia juga menambahkan, tidak menutup kemungkinan pihak-pihak tidak bertanggung jawab menggunakan nama penginapan untuk menipu atau memancing calon pelanggan. "Kemarin sempat ada yang mengaku sudah janjian di sini, padahal orangnya tidak ada. Itu modus penipuan yang mencatut nama kami," tegasnya.
Manajemen Tadaima mengaku siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum bila ditemukan praktik-praktik menyimpang yang mencoreng nama baik penginapan. Mereka juga menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap tamu dan aktivitas yang mencurigakan.
Dengan maraknya penyalahgunaan aplikasi pesan instan untuk transaksi prostitusi terselubung, pihak berwenang diharapkan segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam untuk menghindari penyebaran praktik serupa di wilayah lain. Fauzi
Editor : Redaksi