Bentrokan Pesilat dan Warga di Saradan Madiun: 4 Luka, Rumah dan Motor Rusak

Advertorial

MADIUN (Realita) - Suasana mencekam terjadi di Dusun Bandungan, Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Rabu malam (9/7/2025), ketika bentrokan pecah antara sekelompok pesilat dan warga setempat.

Insiden tersebut mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka, dua rumah mengalami kerusakan, dan tiga unit sepeda motor milik warga hancur.

Peristiwa bermula saat rombongan pesilat melintas di kawasan tersebut usai menghadiri acara tasyakuran di wilayah Kabupaten Nganjuk. Ketegangan mulai muncul ketika terjadi adu mulut antara anggota rombongan dan sejumlah warga. Situasi semakin memanas dan berujung pada aksi saling lempar yang kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik di lingkungan permukiman warga.

Akibat kejadian tersebut, empat warga dilaporkan mengalami luka, terutama di bagian kepala dan kaki, akibat terkena benda tumpul. Selain itu, dua rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian kaca jendela yang pecah akibat lemparan. Tiga sepeda motor milik warga juga mengalami kerusakan parah setelah menjadi sasaran amuk massa.

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah menangani kasus tersebut secara serius. Beberapa orang yang diduga terlibat dalam bentrokan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah kita amankan beberapa terduga pelaku. Saat ini masih dalam proses pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKBP Kemas dalam pernyataan tertulis kepada awak media, Kamis (10/7/2025).

Penyidik Satreskrim Polres Madiun saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti bentrokan, termasuk kemungkinan adanya provokator yang memicu eskalasi kekerasan.

Peristiwa ini menambah deretan panjang insiden bentrok yang melibatkan kelompok pesilat di wilayah Madiun Raya. Sebagai daerah dengan konsentrasi tinggi perguruan silat, tensi antar-kelompok maupun gesekan dengan masyarakat umum kerap kali terjadi dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan, tidak terprovokasi, dan menyerahkan penanganan hukum sepenuhnya kepada aparat.

“Kami minta semua pihak menahan diri. Jangan terpancing isu-isu yang belum jelas. Biarkan proses hukum berjalan,” tegas AKBP Kemas.

Hingga Kamis siang, situasi di lokasi kejadian sudah mulai kondusif dengan penjagaan ketat oleh aparat gabungan dari Polsek Saradan dan Polres Madiun. Proses mediasi dan pemulihan kondisi sosial di Dusun Bandungan pun tengah diupayakan oleh pihak berwenang bersama tokoh masyarakat setempat.stw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru