Hama Wereng Menggila, Bupati Ponorogo Kumpulkan Petani, Ini Solusinya

PONOROGO (Realita)- Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bergerak cepat buntut dari semakin merebaknya hama Wereng yang menyerang padi petani dibeberapa wilayah di Ponorogo. Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu itu hingga mengumpulkan ratusan petani dari 104 desa terdampak untuk mengatasi hal ini.

Hal ini terlihat dalam Rembug Pengendalian Hama Wereng bersama Bupati Ponorogo dan Kadang Tani yang digelar di Pendopo Kabupaten, Selasa (15/07/2025).

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan ( Dispertahankan) Suprianto mengungkapkan, pada periode ( tanggal 1 hingga 12 Juni) lalu di Ponorogo ada 5 kecamatan dan 8 desa terserang Hama Wereng dengan luas sawah 10,3 hektar. Dimana kondisi ringan 9,95 hektar dan kondisi sedang 0,35 hektar dengan usia padi 15 sampai 30 hari.

“ Jadi pada periode pertama ini belum ada yang berat kondisinya masih kategori ringan dan sedang untuk padi yang rusak. Dimana untuk ringanb tingkat kerusakan 20-25 persen, dan sedang 25-50 persen,”ujarnya.

Lebih jauh, Supri menambahkan pada periode kedua ( 16-27 Juni) serangan Wereng sudah menyebar di 9 kecamatan dan 27 desa dengan luas lahan sawah yang terserang 27, 25 hektar, dimana kondisi ringan 25,82 hektar, sedang 0,63 hektar dan kondisi berat 0,8 hektar. Lalu pada periode Juni—Juli serangan wereng di 9 kecamatan sudah merebak di 38 desa.

“ Dimana kondisi ringan 77, 8 hektar, kondisi sedang 6,98 hektar dan berat 6,15 hektar dan puso atau gagal panen itu 2,04 hektar,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu petani dari Desa Lengkok Kecamatan Sukorejo Sahri berharap Pemkab bergerak cepat untuk memberikan solusi guna menangani serangan wereng ini. Pasalnya, segala upaya telah dilakukan namun tidak berhasil.

“ Kami berharap ada solusi untuk mengatasi wereng ini. Kami sudah melakukan penyemprotan pestisida mandiri tapi tidak berhasil,” harapnya.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco mengambil kebijakan dengan melakukan penyempritan masal pestisida di 9 kecamatan terdampak. Hal ini untuk memutus sebarang wereng yang diduga berpindah tempat.

“ KIta akan lakukan penyemprotan masal di 9 kecamatan terdampak. Nanti Dinas Pertanian yang menyalurkan obatnya ke Gapoktan-Gapoktan, agar wereng ini tidak memperluas wilayah serangannya,” tegasnya.

Ia berharap dengan langkah ini serangan wereng dapat teratasi dan padi petani kembali hidup. Sehingga ancaman gagal panen tidak terjadi. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru