SURABAYA (Realita)– Di tengah maraknya content creator yang berlomba-lomba membuat konten viral penuh sensasi, seorang kreator bernama Ko Steve justru memilih jalur berbeda, kejujuran.
Tanpa gimmick, tanpa adegan dibuat-buat, Ko Steve membangun kepercayaan lewat konten yang ia sebut “tanpa settingan”. Gaya ini bukan berarti tanpa persiapan, melainkan tanpa manipulasi. Apa yang terlihat di kamera adalah apa yang benar-benar terjadi.
“Kalau produk itu bagus, saya bilang bagus. Kalau aneh, saya kasih lihat reaksi saya apa adanya,” kata Ko Steve dalam sebuah wawancara informal.
Kontennya memang sederhana. Durasi pendek, langsung ke inti masalah, dan dilakukan di tempat yang sesuai konteks: review sabun mandi langsung dari kamar mandi, review camilan dari dapur, hingga deterjen dari depan mesin cuci. Ia tidak menggunakan voice over, tidak pula narasi tambahan. Semua direkam spontan, lengkap dengan ekspresi asli dan intonasi natural.
Uniknya, pendekatan ini justru membuat kontennya dipercaya banyak orang. Di kolom komentar, penonton menyebut Ko Steve seperti “teman sendiri yang bantuin biar nggak ketipu.” Tanpa gelar akademis atau pencitraan, ia menjadi referensi terpercaya karena konsistensi dan netralitasnya.
Saat membandingkan produk, Ko Steve tidak ragu merekomendasikan merek lokal atau bahkan produk tanpa merek, selama kualitasnya baik. Sebaliknya, ia juga pernah secara jujur menunjukkan bahwa produk dari brand besar bisa kalah kualitas.
“Kalau saya ngasih rekomendasi karena komisi, mungkin orang percaya sekali dua kali. Tapi kalau mereka merasa dibohongi, habis sudah. Kepercayaan itu nggak bisa dibeli,” ujarnya dalam rilisnya, Jum'at (1/8/2025).
Kini, meski akunnya telah ditonton lebih dari 300 juta kali dan mendapatkan ribuan komentar positif, Kosteve tetap menolak endorse yang mengharuskannya berpihak. Ia hanya menerima kerja sama yang terbuka untuk dibandingkan — tanpa skrip, tanpa tekanan.
Fenomena Ko Steve menjadi bukti bahwa di era digital, konten jujur bisa jauh lebih berpengaruh dibanding konten viral. Bukan sensasi, melainkan substansi yang membuat orang bertahan dan kembali lagi.
Dalam dunia penuh distraksi dan manipulasi, kehadiran sosok seperti Kosteve adalah pengingat bahwa kepercayaan dibangun lewat ketulusan. Dan dari ketulusan itulah, konten yang benar-benar berdampak lahir.yudhi
Editor : Redaksi