MADIUN (Realita) - Di pusat keramaian Kota Madiun, tepatnya di Jl. Haji Agus Salim No. 100, hadir sebuah destinasi kuliner sekaligus pusat aktivitas yang menggabungkan kelezatan kuliner tradisional, kenyamanan tempat, serta layanan gaya hidup modern.
Digagas oleh Dewi & Ida, kawasan tersebut menghadirkan beragam pilihan dalam satu lokasi, mulai dari Pecel Kenikir yang legendaris, Soto Ayam Kampung, konsep angkringan yang hangat, hingga barbershop modern. Sehingga masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhan tanpa harus berpindah tempat.
Sebagai ikon utama, brand Pecel Kenikir telah menjadi daya tarik tersendiri. Warung ini buka sejak pagi, pukul 07.00–14.00 WIB, menyajikan menu khas Nasi Pecel Kenikir yang menggugah selera. Sajian nasi dengan aneka sayuran segar berpadu bumbu kacang gurih, ditambah daun kenikir yang khas, menghadirkan rasa autentik yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan.
Menurut Retno Dewi Wijayanti, owner Pecel Kenikir, keistimewaan kuliner ini bukan hanya dari rasa khasnya, tetapi juga dari suasana yang strategis dan harga yang ramah di kantong.
“Di sini tak hanya menawarkan rasa autentik. Harga yang terjangkau dan lokasi yang nyaman membuat Pecel Kenikir menjadi pilihan favorit untuk sarapan maupun makan siang,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, selepas siang, mulai pukul 14.00–24.00 WIB, area kuliner tersebut juga menghadirkan pilihan lain yang tak kalah menggoda, yaitu Soto Ayam Kampung Pak To. Sajian soto dengan kuah bening gurih khas pedesaan dan potongan ayam kampung pilihan menghadirkan kehangatan yang cocok disantap di sore hingga malam hari.
"Rasa otentiknya mampu membangkitkan nostalgia akan masakan rumahan, menjadikannya pilihan pas untuk makan malam keluarga maupun santap santai bersama teman," imbuhnya.
Selain itu, masih di jam yang sama, yaitu 14.00–24.00 WIB, tersedia pula konsep Angkringan yang sederhana namun sarat kehangatan. Menyajikan beragam jajanan khas dengan harga terjangkau, angkringan ini menjadi tempat favorit masyarakat dari berbagai kalangan. Suasananya yang santai dan berlokasi di jantung kota menjadikannya pilihan ideal untuk nongkrong, berdiskusi, atau sekadar melepas penat.
Lebih jauh, Retno Dewi Wijayanti juga menjelaskan bahwa tidak hanya kuliner, di lokasi yang sama hadir juga layanan Barbershop yang buka mulai 10.00–21.00 WIB.
Menurutnya, Barbershop tersebut menjadi solusi praktis bagi pengunjung yang ingin tampil segar tanpa harus keluar jauh dari area kuliner. Dengan tenaga barber profesional, konsep modern, serta harga yang bersahabat, layanan ini semakin melengkapi kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan pengalaman unik, makan, nongkrong, sekaligus merawat penampilan di satu tempat.
"Harapan kami dengan kombinasi antara kuliner khas, suasana angkringan yang hangat, hingga layanan barbershop menjadikan Jl. Haji Agus Salim No. 100 sebagai destinasi kuliner sekaligus gaya hidup yang berbeda di Kota Madiun," pungkas Retno Dewi Wijayanti.
Kehadiran Pecel Kenikir beserta lini usaha lainnya membuktikan komitmen Dewi & Ida dalam menghadirkan layanan berkualitas, menyenangkan, dan bermanfaat untuk semua kalangan. Dari sarapan pagi hingga nongkrong larut malam, semua kebutuhan bisa ditemukan dalam satu lokasi.
Editor : Redaksi