Mahasiswi Cantik Tipu Pengusaha Sawit dengan Modus Video Call Sex, hingga Raup Rp 1,6 Miliar

RIAU (Realita)  - Nama Sisilia Hendriani mendadak viral. Siapa dia? Sisilia Hendriani adalah mahasiswi berusia 24 tahun yang menipu dan memeras seorang pengusaha sawit ternama di Riau.

Ia merupakan mahasiswi asal Kabupaten Kampar.

Kabupaten Kampar adalah sebuah wilayah kabupaten yang berada di provinsi Riau, Indonesia. Kabupaten ini dilalui langsung oleh garis Khatulistiwa.

Ia diduga terlibat dalam kasus penipuan yang merugikan korban hingga miliaran rupiah.

Sisilia Hendriani tak sendiri, ia bersekongkol dengan Syamsul Zekri wiraswasta yang berdomisili di Kota Pekanbaru.

Pekanbaru adalah ibu kota dan kota terbesar di Provinsi Riau, Indonesia.

Kota ini merupakan salah satu sentra ekonomi terbesar di pulau Sumatra dan termasuk kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi, dan urbanisasi yang tinggi.

Pelaku Sisilia diminta untuk menggoda seorang pengusaha sawit hingga mendapat uang Rp 1,6 miliar darinya.

Sisilia dan si pengusaha memulai komunikasi lewat aplikasi online.

Kecantikan Sisilia Hendriani membuat pengusaha itu tergoda.

Saat percakapan semakin jauh, keduanya melakukan video call seks (VCS).

Sisilia Hendriani terus memancing si pengusaha untuk melakukan hal-hal yang berbau seksual.

Namun, nahas bagi sang pengusaha.

Ternyata, Sisilia Hendriani telah menjebaknya. Pelaku pun memiliki kartu as korban.

Kartu as adalah kiasan senjata ampuh untuk menjatuhkan atau mematahkan lawan. Dia siap ke pengadilan karena dia memegang kartu as yang dapat memojokkan lawannya.

Kekasih Sisilia yang bernama Syamsul Zekri, kemudian beraksi melakukan pemerasan

Korban yang ketakutan dengan terpaksa mengirimkan uang dengan nilai kerugian hingga Rp1,6 miliar

Korban yang merasa diperas kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil menangkap kedua pelaku pada 10 Oktober 2025

Keduanya kini meringkuk di tahanan dan dikenakan pasal pemerasan

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan menjelaskan, bahwa modus yang digunakan oleh pasangan ini adalah video call seks (VCS).

Dalam skenario yang telah dirancang, Sisilia melakukan panggilan video dengan korban, seorang pengusaha perkebunan kelapa sawit berinisial MT.

Ternyata, selama VCS, pelaku merekam aktivitas pribadi korban selama panggilan berlangsung.

Setelah mendapatkan rekaman tersebut, pelaku kemudian mengancam akan menyebarkan video tersebut ke publik dan keluarga korban jika tidak diberikan sejumlah uang.

Ancaman tersebut membuat korban merasa tertekan dan akhirnya menyerahkan uang dalam jumlah besar.

“Pelaku melakukan kejahatannya dengan modus video call seks. Korban mengalami kerugian Rp 1,6 miliar,” ungkap Kombes Ade, Jumat (10/10/2025) malam.

Menurut penyelidikan awal, aksi pemerasan ini dilakukan secara terstruktur dan terencana.

Sisilia berperan sebagai pelaku utama yang berinteraksi langsung dengan korban.

Sementara Syamsul bertindak sebagai pengatur strategi dan eksekutor ancaman.

Setelah video direkam, Syamsul mengirimkan pesan-pesan intimidatif kepada korban dan mengatur alur transfer uang.

Uang yang diterima dari korban diduga digunakan untuk kebutuhan pribadi dan gaya hidup mewah pasangan tersebut.

Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan adanya korban lain yang mengalami modus serupa.

Penangkapan terhadap Sisilia dan Syamsul dilakukan setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Tim Ditreskrimsus Polda Riau bergerak cepat dan berhasil mengamankan kedua pelaku di lokasi terpisah di Pekanbaru.

Saat ini, keduanya telah ditahan dan sedang menjalani proses pemeriksaan intensif.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk perangkat elektronik yang digunakan untuk melakukan panggilan video dan komunikasi dengan korban.war

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Gagal Menyalip, Pemotor Dilindas Truk

DEPOK (Realita)- Terjadi kecelakaan lalu lintas melibatkan truk kontainer (hijau) dengan pengendara motor di Jalan Tole Iskandar, tepatnya di depan Komplek …