PONOROGO (Realita)- Pasar Grosir Sayuran yang berada di kawasan Eks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harjono viral di media sosial.
Hal ini menyusul dugaan penarikan uang puluhan juta kepada pedagang yang menempati pasar yang ada di Jalan Cipto Mangunkusumo Kecamatan Ponorogo tersebut.
Dalam postingan yang viral di Facebook dan group Whatshapp itu, menyebutkan pedagang yang menempati pasar bekas rumah sakit itu diduga membayar Rp 20 juta hingga Rp 70 juta kepada seseorang yang mengatasnamakan Bupati Sugiri Sancoko, dengan modus untuk pembangunan toko dan lapak yang ada di kawasan tersebut. Namun hingga 4 tahun berjalan janji itu tak kunjung terealisasi.
“ Rame mas-mas BERKUCIR, iki isuk2 oleh ingpo anget2… pengen laporan ng mas berkucir n friends. Utowo pulisi lokal kene.
Ingpone, BAKUL-BAKUL PASAR BEKAS RUMAH SAKIT wis ditariki duit mulai 20juta, 50 juta bahkan enek sing 70juta.
Jarene arep digawekne toko, tapi sampek wis 4 tahun sik Zonkkk!
Setore duit ingpone neng oknum TIMSES!
Tulis akun face book @Hendras Abu Raka yang diposting sejak, Senin (17/11/2025) kemarin. Postingan ini mendapat reaksi netizen hingga 120 like dan 81 komentar.
Menanggapi hal itu, Kepala Disperdagkum Ponorogo Ringga Dwi Heri Irawan membantah isu tersebut. Ia menyebut pihak tidak tahu-menahu terkait isu penarikan uang kepada pedagang Pasar Grosir, dan hal tersebut tidak benar adanya.
“ Tidak benar itu, Dinas tidak mengetahui kejadian itu, karena tidak pernah memerintah/ melaksanakan penarikan itu,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Ringga menambahkan, pihaknya telah bertemu dengan paguyuban pedagang Pasar Grosir pada, Jumat (14/11/2025) kemarin. Dari pertemuan itu tidak ada satupun pedagang yang mengeluh dan merasa ditarik uang untuk pembangunan kios dan lapak di kawasan itu.
“ Tidak benar hari Jumat kemarin saya ketemu dengan paguyuban pasar grosir tidak ada keluhan... Insya Alloh itu fitnah dan Alhamdulillah bisa ngurangi dosa kita di transfer oleh yang buat fitnah,” pungkasnya. znl
Editor : Redaksi