Ansor Ponorogo Memanas, 5 PAC Desak Konfercab XVIII Ditunda Karena Diduga Langgar Aturan

PONOROGO (Realita)- Jelang Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Ponorogo, kondisi internal salah satu organisasi kepemudaan Nahdatul Ulama Bumi Reog ini justru memanas.

Ini setelah 5 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Ponorogo secara resmi melayangkan mosi tidak percaya kepada Pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor setempat.

5 PAC yang terdiri dari Jambon, Badegan, Sampung, Sukorejo, dan Kauman ini, menuding proses tahapan Konfercab yang akan digelar dalam waktu dekat ini tidak sesuai dengan peraturan organisasi, bahkan diduga melanggar Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) Gerakan Pemuda Ansor.

Kordinator 5 PAC GP Ansor Ponorogo, Canon Hidayat mengatakan, ada 2 dugaan pelanggaran yang dilakukan PC Ansor Ponorogo dalam mekanisme pelaksanaan Konfercab XVIII. Yakni, mekanisme pencalonan calon ketua cabang cacat hukum, dan pengabaian suara PAC dalam pencalonan ketua cabang. Pasalnya, pihaknya mendapatkan informasi, bahwa sejumlah pengurus cabang telah melakukan pertemuan secara internal pada, Senin (01/12/2025) malam kemarin. Dimana dalam pertemuan itu, proses pencalonan diarahkan pada penunjukkan nama satu calon Ketua, tanpa mekanisme musyawarah bersama PAC.

“ Pada BAB IV Pasal 4 PD-PRT Ansor terkait persyaratan calon Ketua. Penentuan mekanisme dan persyaratan pencalonan ketua harus dibahas secara terbuka dan melibatkan semua peserta Konfercab yang memiliki hak suara. Namun, mekanisme pencalonan di Ponorogo disinyalir ditentukan secara sepihak, tanpa proses musyawarah bersama PAC sebagai peserta sah Konfercab,” ujarnya saat melakukan pertemuan bersama pengurus 7 PAC di Desa Srandil Kecamatan Jambon pada, Selasa (02/12/2025) kemarin.

Ketua PAC Badegan ini juga menambahkan, pada BAB III tentang ketentuan hak suara. PAC memiliki peran utama dalam menentukan calon ketua.

“ Keputusan strategis melalui pertemuan terbatas tanpa melibatkan pemilik hak suara, padahal hak suara penuh dalam Konfercab merupakan hak penuh PAC yang berperan utama dalam menentukan kepemimpinan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PAC PC Ansor Sampung, Wahyu Purnomo mengungkapkan pihaknya bukan keberatan siapa yang nantinya menjadi ketua Ansor Ponorogo. Namun lebih kepada mekanisme yang tidak sesuai aturan dan berpotensi merusak regenerasi Ansor.

“ Kami sedang berbicara soal proses yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada, dan cenderung membunuh karakter kader Ansor Ponorogo, dengan mekanisme terbatas dan tertutup seperti itu,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua PAC Ansor Kecamatan Jambon Puput Saputra mengaku, 5 PAC sepakat mendesak agar pelaksanaan Konferacab XVIII GP Ansor Ponorogo ditunda, sebelum mematuhi mekanisme PD-PRT yang ada.

“ Kami berharap Cabang berbenah soal Konfercab ini, dan menunda sampai melakukan klarifikasi ke PAC tentang pertemuan terbatas tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Ponorogo Muhammad Ilham hingga berita ini ditulis belum bisa dikonfirmasi. Saat redaksi mengirim pesan mencoba mengkonfirmasi hal ini. Ilham mengaku masih berada di perjalanan.

“ Kulo gih genten teng dalan niki (gantian saya masih di jalan ini),” balasnya. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Dikartu Merah, Conte Murka 

ROMA (Realita) - Pelatih Napoli Antonio Conte dikartu merah saat melawan Inter Milan. Ia kemudian juga terlihat ngamuk di depan muka ofisial pertandingan.Laga …