MALANG (Realita) - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Malang tercatat terus menurun dalam dua tahun terakhir, namun jumlah penganggur masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, pada 2024 TPT berada di angka 5,13 persen atau sekitar 80.950 penduduk usia kerja yang belum terserap di lapangan pekerjaan.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai tren penurunan ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mempercepat pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Data BPS menunjukkan angkatan kerja di Jawa Timur mencapai 2,19 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 1,5 juta sudah bekerja dan masih ada sekitar 80 ribu yang menganggur. Ini adalah persoalan bersama yang harus diselesaikan secara kolaboratif,” ujar Puguh, legislator DPRD Jatim dari daerah pemilihan Malang Raya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Malang perlu lebih intens memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat, terutama dalam mengoptimalkan program-program penurunan angka pengangguran yang telah berjalan.
“Balai Latihan Kerja (BLK) di Malang harus dimaksimalkan. Warga usia produktif perlu dibekali pelatihan, peningkatan kapasitas, serta kompetensi agar siap bersaing di dunia kerja,” tegasnya.
Selain peluang kerja dalam negeri, Puguh juga menyoroti besarnya potensi kerja di luar negeri yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Malang.
“Hari ini peluang kerja di luar negeri sangat besar. Pemkab harus hadir menyiapkan masyarakat yang berminat, memberikan pelatihan dan sertifikasi keterampilan, serta memastikan proses keberangkatan sesuai aturan agar mereka bekerja secara aman dan terlindungi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepastian hukum dan regulasi yang jelas guna mencegah maraknya pekerja migran ilegal, sekaligus menjamin perlindungan bagi warga yang bekerja di luar negeri.
Di sisi lain, Puguh menilai iklim investasi menjadi faktor penentu dalam menekan angka pengangguran. Kabupaten Malang dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga industri.
“Malang memiliki sumber daya yang luar biasa. Jika investasi dibuka seluas-luasnya dan regulasi dipermudah, industri akan tumbuh. Dari situ peluang kerja otomatis akan meningkat,” ujarnya.
Ia menegaskan, hubungan yang harmonis antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi yang sehat.
“Dengan kepastian hukum dan regulasi yang kondusif, investor akan lebih percaya menanamkan modal. Dampaknya langsung terasa: pengangguran menurun dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya.ma
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-44990-ada-sekitar-80-ribu-pengangguran-terbuka-di-malang