Suasana Pagi Hari Raya Idul Fitri di Gaza, Sholat Id di Tengah Reruntuhan Gedung

KEHIDUPAN Nabi ﷺ tidaklah luput dari kesedihan. Beliau kehilangan putri-putri, putra-putra, dan para sahabatnya yang mulia. Umat pada masa beliau pun menyaksikan berbagai musibah besar.

Meskipun demikian, tidak pernah terbukti sekalipun bahwa beliau membatalkan kegembiraan hari raya atau mengubahnya menjadi hari berkabung.

Mengapa? Karena Nabi ﷺ mengajarkan kita bahwa:

1.  Hari Raya adalah Syiar Agama: Kegembiraan pada hari raya adalah ibadah dan wujud syukur kepada Allah atas sempurnanya ketaatan, bukan sekadar kegembiraan duniawi.

Dprd sby lebaran dalam

2.  Duka di Hati, Ibadah pada Perbuatan: Hati beliau bersedih dan mata beliau menangis atas musibah yang menimpanya, namun beliau tetap menampakkan syiar-syiar Allah pada waktunya. Ini adalah pemisahan yang sempurna antara emosi pribadi dan kepatuhan terhadap perintah Allah.

3.  Kegembiraan adalah Pesan Kekuatan: Menampakkan kegembiraan pada hari raya adalah sebuah deklarasi bahwa agama Allah lebih agung dari kesedihan kita, dan bahwa syiar-syiar-Nya akan tetap tegak dan tidak akan pernah ditiadakan.Inf

Editor : Redaksi

Advertorial
Berita Terbaru

Orang Miskin Tetap Wajib Zakat Fitrah

▪️ Berkata asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Ali Adam al-Itsyubi rahimahullah: "ما ذهب إليه الجمهور من وجوب زكاة الفطر ع٠…