GRESIK (Realita) – Warga Kelurahan Tebaloan dan Dusun Brak, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, mengeluhkan penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran.
Sejumlah warga menyebut, masih banyak keluarga miskin yang seharusnya menerima bantuan justru tidak terdata sebagai penerima manfaat. Sebaliknya, bantuan disebut diterima oleh warga yang secara ekonomi tergolong mampu.
Permasalahan ini diduga berkaitan dengan hal pendataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang bersumber dari basis data sosial pemerintah.
“Pengajuan dari RT sudah disampaikan ke kelurahan, namun sering kali tidak berlanjut karena keterbatasan kewenangan,” ujar salah satu warga, Kamis (2/4/2026).
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tebaloan, Shofaun Nafasih, membenarkan adanya aduan masyarakat terkait hal tersebut. Ia menyebut, keluhan warga umumnya terkait ketidaksesuaian data penerima bansos di lapangan.
“Masih ada warga dengan kondisi janda dan kurang mampu yang belum terakomodasi dalam data penerima,” ujarnya.
Menurutnya, proses pendataan penerima bansos melibatkan berbagai pihak, termasuk pendamping sosial di tingkat kecamatan. Karena itu, diperlukan evaluasi dan verifikasi ulang agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan data dan transparansi dalam penyaluran bansos, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Reporter: M.Yusuf Al Ghoni
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-47912-warga-di-gresik-keluhkan-bansos-yang-dinilai-tak-tepat-sasaran