KEDIRI (Realita) - Kota Kediri menjadi saksi momentum penting dunia pendidikan tinggi Jawa Timur. Lebih dari dua puluh rektor perguruan tinggi negeri (PTN) se-Jawa Timur menggelar Rapat Kerja I Paguyuban Rektor PTN Se-Jawa Timur di Aula Gedung Kuliah Terpadu UIN Syekh Wasil Kota Kediri, Rabu (15/4).
Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin. Para rektor resmi mengikat komitmen kolaborasi riset senilai Rp15 miliar di luar anggaran tridarma, dengan fokus pada SDGs dan ekonomi hijau demi mendukung kemandirian daerah.
Ketua Paguyuban Rektor PTN Se-Jawa Timur, Prof. Dr. Nurhasan, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi persoalan bangsa. "Sinergi lintas institusi, lintas disiplin, dan lintas sektor harus terus diperkuat," ujarnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir langsung menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah besar bagi PTN. Ia menyoroti ekosistem pergulaan Jatim yang dinilainya masih bermasalah meski Jatim menyumbang 52 persen produksi gula nasional. Surplus gabah lebih dari 1 juta ton di akhir 2025 pun sempat tak terserap pasar karena nihilnya pembeli.
"Persoalan kita bukan hanya pada aturan, tetapi pada ekosistem," tegas Khofifah. Ia mendorong PTN untuk fokus pada hilirisasi dan applied science agar hasil riset benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Tuan rumah, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Prof. Dr. H. Wahidul Anam, menyampaikan bahwa kampusnya yang baru bertransformasi dari IAIN berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2025 tertanggal 8 Mei siap berkontribusi. Salah satu wujud nyatanya adalah pengembangan green campus, termasuk kerja sama dengan PLN untuk membuka SPKLU dan rencana penggunaan kendaraan listrik operasional kampus.
Rapat kerja ini juga dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, dan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa. Kehadiran pemerintah daerah menegaskan bahwa hasil riset PTN diarahkan langsung pada kebutuhan pembangunan Kediri dan Jawa Timur.
Ke depan, PTN Jatim akan membentuk konsorsium riset untuk mendukung program pemerintah dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045.nia
Editor : Redaksi