Gus Fawait Lantik Direksi dan Dewan Pengawas BUMD Jember, Tantang PDAM dan PDP Kahyangan Cari Modal di Luar APBD

JEMBER (Realita) - Bupati Jember Muhammad Fawait resmi melantik jajaran direksi dan dewan pengawas baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pandhalungan dan Perumda Perkebunan Kahyangan, Senin (20/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya masa bakti baru bagi jajaran pengawas dan direksi yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja dua badan usaha milik daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait tidak hanya menyerahkan surat keputusan pengangkatan, tetapi juga memberikan target yang cukup ambisius. Ia meminta kedua BUMD mampu menghadirkan inovasi dan terobosan bisnis tanpa bergantung pada penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Fawait, keberadaan BUMD harus mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, BUMD juga dituntut menjadi penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember.

"Saya berharap ada gebrakan-gebrakan yang luar biasa. Gebrakan itu jangan membebani terlalu banyak kepada APBD. Bagaimana seminimal mungkin meminta penyertaan modal dari APBD Kabupaten Jember, tetapi justru membuat terobosan yang luar biasa dengan sumber-sumber dari luar APBD. Nah, ini baru jagoan," tegas Gus Fawait.

Pada pelantikan tersebut, Ardani Yusuf resmi dipercaya menjabat Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Pandhalungan untuk masa bakti 2026–2031. Jabatan Direktur Umum diemban Rofiqi, sedangkan posisi Direktur Teknik dipercayakan kepada Rendra Wirawan.

Sementara itu, Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Pandhalungan periode 2026–2030 terdiri atas Agus Nur Yasin, Evi Lestari, dan Gatot Triyono. Adapun Dewan Pengawas Perumda Perkebunan Kahyangan diisi Danang Andiesmara, Mudahar Abu Siri, dan Yudi Hartono.

Gus Fawait menilai susunan direksi dan dewan pengawas yang baru merupakan komposisi yang ideal. Menurutnya, perpaduan antara kalangan profesional, akademisi, aktivis, hingga tokoh yang memiliki pengalaman di pemerintahan akan menjadi kekuatan untuk mempercepat transformasi BUMD.

"Hari ini yang dilantik baik di PDUP maupun PDAM adalah kombinasi yang bagus. Ada profesional, ada aktivis. Profesional memahami arah kebijakan dan teknis, sedangkan aktivis biasanya tidak pantang menyerah dan berpikir out of the box," ujar Fawait.

Fawait menegaskan, BUMD memiliki dua fungsi utama yang harus dijalankan secara seimbang. Pertama sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, dan kedua sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah. Ia optimistis target tersebut dapat dicapai apabila jajaran baru berani menghadirkan inovasi dan memanfaatkan peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Ia juga menyinggung capaian PAD Kabupaten Jember yang telah menembus angka Rp1 triliun pada 2025 atau meningkat sekitar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah mampu meningkatkan kemandirian fiskal dan harus diikuti dengan peningkatan kontribusi dari seluruh BUMD.

Karena itu, seluruh direksi dan dewan pengawas diberi waktu dua pekan untuk menyusun serta mempresentasikan program kerja. Dalam pemaparan tersebut, masing-masing BUMD diminta menjelaskan strategi bisnis, target kinerja, hingga sumber pembiayaan yang akan digunakan untuk menjalankan program tanpa bergantung pada APBD.

"Dua minggu lagi saya tunggu pemaparan kinerja-kinerja yang out of the box, kinerja-kinerja untuk memajukan BUMD masing-masing menuju Jember Baru, Jember Maju," pungkas Gus Fawait.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Dewan Pers Kecam Pernyataan Hotman Paris 

JAKARTA (Realita)- Dewan Pers menyoroti pernyataan Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat konferensi pers di Gedung Jaksa Agung …