Wamenkes Siapkan Skema Anggaran Home Care, Program Jember Berpeluang Jadi Percontohan Nasional

JEMBER (Realita) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyatakan Kementerian Kesehatan akan mendorong dukungan anggaran untuk program Home Care setelah melihat inovasi layanan kesehatan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember.

Program tersebut dinilai mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu dan warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Menurut Beni, layanan Home Care menjadi solusi karena petugas kesehatan dapat mendatangi pasien langsung ke rumah untuk melakukan tindakan medis sederhana, seperti mengganti infus, merawat luka, hingga memberikan pengobatan. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi terbebani biaya transportasi menuju rumah sakit.

Ia menilai program yang digagas Bupati Jember Gus Fawait layak menjadi contoh bagi daerah lain, karena memberikan kemudahan akses layanan kesehatan sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat.

"Lebih bagus petugas Puskesmas mendatangi pasien-pasien yang sakit di rumahnya. Kalau ada yang perlu diganti selangnya, diinfus, diberi obat atau dirawat lukanya, dilakukan di rumah. Daripada harus menyewa mobil pergi ke rumah sakit, uangnya dari mana," kata Benjamin.

Beni juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember yang menanggung biaya operasional kendaraan Home Care melalui APBD. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan hingga ke rumah warga.

Ia kemudian meminta agar seluruh pelaksanaan program didokumentasikan secara terukur. Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar Kementerian Kesehatan untuk mengusulkan Home Care Jember sebagai model percontohan nasional pada 2027.

"Tolong segala pelaksanaan program ini dibuat terukur. Biar saya jadikan role model tahun 2027. Kalau berhasil, bisa diterapkan di daerah lain sehingga bukan hanya masyarakat Jember yang menikmati manfaatnya," ujarnya.

Wamenkes menegaskan pembiayaan program Home Care tidak seharusnya hanya ditanggung pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah pusat juga harus hadir melalui dukungan anggaran agar program tersebut dapat diperluas secara nasional.

Ia mengatakan akan memperjuangkan pengalokasian anggaran Home Care melalui APBN bersama DPR RI, sehingga biaya operasional yang selama ini dibebankan kepada APBD Kabupaten Jember nantinya juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

"Ini pekerjaan yang sangat mulia, tidak bisa dibebankan kepada kabupaten saja. Pusat harus ikut membantu pembiayaannya. Waktu Kementerian Kesehatan memperjuangkan anggaran Home Care di APBN, saya berharap DPR juga mendukung, sehingga biaya transport yang selama ini ditanggung APBD bisa ikut dibantu pemerintah pusat," pungkas Beni.rdy

Editor : Redaksi

Berita Terbaru