Mengakselerasi Edukasi Komunitas: Mengintip Kemeriahan International Cultural Kids Festival di Banyu Urip 

SURABAYA, BANYU URIP - Suara riuh dan gelak tawa puluhan anak memenuhi kawasan Balai RW 06, Kelurahan Banyu Urip, Surabaya. Hari ini (09/08), Karang Taruna kelurahan Banyu Urip berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar acara dengan tajuk “International Cultural Kids Festival”. 

Festival ini menjadi puncak kelulusan sekaligus ajang dalam mempertunjukkan kebolehan para peserta didik “Kelas Pintar”, yakni merupakan program bimbingan belajar Bahasa Inggris gratis berbasis komunitas yang digagas oleh pemuda setempat di wilayah Kelurahan Banyu Urip. Tidak hanya seremonial, kegiatan ini juga menghadirkan perpaduan panggung kreasi anak, penyerahan sertifikat kelulusan, hingga interaksi budaya langsung bersama penutur asing asal Inggris. 

Apresiasi Pemerintah Setempat untuk Edukasi Usia Dini 

Aksi nyata para Pemuda Karang Taruna dan mahasiswa KKN ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Camat Sawahan, Ibu Kanti Budiarti, yang hadir langsung mendampingi kelulusan anak-anak, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi pembentukan wawasan internasional sejak dini di wilayahnya. 

"Saya sangat mengapresiasi sekali ini untuk pembelajaran pengenalan Bahasa Inggris untuk anak-anak mulai dari usia dini, sehingga nanti bisa membuka mata secara internasional dan tidak ketinggalan informasi. Mudah-mudahan ini terus berlanjut dan bermanfaat untuk warga di RW 6 khususnya dan Kelurahan Banyu Urip," ungkap Ibu Kanti usai acara. 

Lebih jauh, Kanti berharap Kelas Pintar yang diadakan ini tidak berhenti pada pengajaran Bahasa Inggris saja, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan potensi diri anak. 

"Kami harap tidak hanya Bahasa Inggris saja yang ditekankan, tetapi juga kekompakan, menumbuhkan talenta, pengembangan pribadi, serta seni dan budaya. Dan tentunya adalah membangun hubungan yang berkualitas antara keluarga dan lingkungan di wilayah RW 6 ini," tambahnya. 

Berawal dari Gerakan Swadaya Pemuda 

Kelas Pintar merupakan inisiatif Karang Taruna Kelurahan Banyu Urip untuk memberikan akses pembelajaran tambahan bagi anak-anak di wilayah Banyu Urip. Program ini menjadi jawaban atas keprihatinan terhadap keterbatasan akses pendidikan formal maupun nonformal bagi anak-anak. Berjalan secara mandiri (swadaya) selama enam bulan terakhir, program ini konsisten mendampingi sekitar 45 hingga 50 anak mulai dari jenjang PAUD/TK hingga kelas 6 SD. 

Wakil Ketua Karang Taruna Kelurahan Banyu Urip, Edza Pradesa, mengungkapkan bahwa fokus awal pengajaran Bahasa Inggris dipilih sebagai pancingan untuk membuka potensi pendidikan yang lebih luas. 

"Pada dasarnya, di daerah Banyu Urip ini kalau ditarik kesimpulan banyak sekali yang belum sekolah, terutama di jenjang SD. Maka dari itu, upaya kita untuk meminimalisir dari segi pendidikan melalui program Kelas Pintar ini," ujar Edza. 

Dalam pelaksanaannya, Kelas Pintar juga melibatkan mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Airlangga dan Universitas Kristen Petra. Keterlibatan mahasiswa turut membantu proses pendampingan dan pengajaran kepada peserta. 

Edza berharap Kelas Pintar dapat berkembang dan direplikasi di wilayah lain. Ia juga membayangkan program tersebut ke depan dapat berkembang menjadi yayasan sosial yang memberikan dukungan pendidikan, termasuk beasiswa bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. 

"Harapan kami, dengan adanya Kelas Pintar ini sebagai percontohan, mungkin bisa diaplikasikan ke RW-RW lain atau kelurahan lain sebagai wadah kepedulian kita terhadap anak-anak yang tidak bisa sekolah atau tidak bisa les. Kita harus bisa menggugah masyarakat untuk bersosial," tegasnya. 

Native Speaker Hadirkan Pengalaman Belajar yang Berbeda

Berbeda dari kegiatan rutin, International Cultural Kids Festival menghadirkan Mr. Dedi, tamu asal Inggris, sebagai penutur asli Bahasa Inggris. Kehadirannya menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman komunikasi secara langsung kepada anak-anak. 

Edza mengatakan kehadiran penutur asing tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk gemar belajar Bahasa Inggris. 

"Turis ini adalah bentuk penyemangat buat adik-adik. Bahwasanya dengan di-support oleh turis yang datang, harapan kami adik-adik bisa lebih semangat dan giat lagi untuk belajar," jelas Edza. 

Pendekatan belajar yang inklusif dan menyenangkan ini dirasakan langsung dampaknya oleh para orang tua murid. Pembelajaran Bahasa Inggris yang dikemas lewat pengenalan warna, nama benda, hingga kosakata sehari-hari terbukti mudah diserap oleh anak-anak usia dini. 

Ibu Santi, salah satu orang tua siswa kelas PAUD, menyampaikan apresiasinya atas perkembangan sang anak setelah mengikuti program yang rutin digelar dua minggu sekali ini. 

"Manfaat di Kelas Pintar banyak sekali ya. Selain menambah dan mengenal Bahasa Inggris lebih dalam, anak-anak juga belajar sosialisasi kumpul sama teman-teman. Ada edukasi Bahasa Inggris warna, benda-benda, jadi manfaatnya sangat terasa," tutur Ibu Santi. 

Bagi Ibu Santi, penguasaan Bahasa Inggris sejak dini merupakan jembatan penting untuk membuka jalan baru menuju pelajaran-pelajaran di masa depan. 

"Teman-teman Karang Taruna itu hebat banget. Semangat terus, sabar menghadapi anak-anak yang random, tapi anak-anak tetap menangkap pelajarannya. Ditingkatkan terus dan lancar terus," imbuhnya. 

Pesan Reflektif untuk Pemuda dan Generasi Penerus 

Meski gelaran festival ini berjalan sukses dan meriah, Edza Pradesa menggarisbawahi bahwa program Kelas Pintar hingga saat ini masih bergerak secara independen tanpa ditopang alokasi anggaran khusus dari pemerintah kota. Ia berharap aksi swadaya ini dapat memicu kolaborasi yang lebih luas dari berbagai pihak luar. 

Di akhir acara, Camat Sawahan, Ibu Kanti Budiarti turut memberikan pesan penyemangat bagi seluruh anak-anak peserta Kelas Pintar agar terus tekun menimba ilmu. 

"Untuk anak-anakku semuanya, harus semangat belajar. Bahasa Inggris harus dipelajari dengan tekun agar adik-adik bisa melihat dunia," tutup Kanti memberi motivasi. 

Hadirnya International Cultural Kids Festival di Banyu urip menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemuda kelurahan, mahasiswa KKN, dukungan jajaran kecamatan, dan partisipasi aktif masyarakat mampu menghidupkan ruang belajar gratis berkualitas. 

Penulis : Ardhena Vareldio Pratama Hadianto, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru