JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian dan perkebunan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan. Pada 2026, dukungan anggaran dan bantuan untuk sektor tersebut mencapai Rp221,7 miliar.
Bupati Jember, Gus Fawait menyebut, anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk APBD Kabupaten Jember dan dukungan pemerintah pusat. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat produksi pertanian, perkebunan, mekanisasi, optimalisasi lahan hingga sarana pengairan.
Untuk sektor tebu, salah satu program yang mendapat dukungan besar adalah bongkar ratoon seluas 2.580 hektare dengan nilai Rp37 miliar. Selain itu, tersedia tiga unit traktor roda empat khusus tebu senilai Rp6 miliar dan 40 unit air pump senilai Rp6,2 miliar.
“Kalau ditotal untuk sektor ini saja, untuk sektor perkebunan dan pertanian kita sudah menganggarkan dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat termasuk penganggaran dari APBD Jember sebesar Rp221,7 miliar. Ini adalah bentuk konkret keberpihakan kita untuk mempertahankan sektor pangan,” kata Gus Fawait.
Dukungan berikutnya menyasar komoditas perkebunan. Jember mendapatkan bantuan 550 bibit kopi robusta dengan nilai Rp9,9 miliar serta bantuan bibit dan sarana pohon kelapa senilai Rp1,5 miliar.
Sementara untuk tanaman pangan, terdapat bantuan benih jagung senilai Rp5,9 miliar, benih kedelai sebanyak 43.000 kilogram senilai Rp1,3 miliar, serta bantuan benih padi senilai Rp11,6 miliar.
Modernisasi pertanian juga menjadi bagian dari program tersebut. Bantuan alsintan meliputi 84 unit hand traktor roda dua senilai Rp3 miliar, 29 unit traktor roda empat senilai Rp13 miliar, 14 unit kultivator senilai Rp664 juta, serta 25 unit rice transplanter senilai Rp1 miliar.
“Ini adalah bentuk konkret keberpihakan kita untuk mempertahankan sektor pangan,” tegas Gus Fawait.
Bantuan mekanisasi juga mencakup 16 unit combine harvester senilai Rp7,5 miliar. Kemudian ada 15 unit drone senilai Rp3 miliar serta dua unit vertical dryer dengan nilai mencapai Rp24 miliar.
Pemerintah juga mengalokasikan dukungan untuk optimalisasi lahan. Program optimalisasi lahan seluas 7.070 hektare mendapat dukungan senilai Rp38,9 miliar.
Selain itu, terdapat bantuan irigasi perpompaan untuk 242 hektare senilai Rp37 miliar serta bantuan operasi dan pemeliharaan sebanyak 90 unit dengan nilai Rp9 miliar.
“Maka kalau ditotal untuk sektor ini saja, untuk sektor perkebunan dan pertanian kita sudah menganggarkan dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat termasuk penganggaran dari APBD Jember sebesar Rp221,7 miliar,” ujar Gus Fawait.
Besarnya perhatian terhadap sektor pertanian juga diikuti pembangunan infrastruktur pengairan. Gus Fawait menyebut, program rehabilitasi jaringan irigasi dan jaringan irigasi daerah Kabupaten Jember tahun 2026 mencapai Rp828 miliar.
Menurutnya, pembangunan irigasi menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan Jember.
Selain irigasi, pembangunan infrastruktur pertanian juga berkaitan dengan akses jalan serta sarana produksi. Pemerintah menilai perbaikan berbagai infrastruktur tersebut harus berjalan beriringan agar hasil pertanian dapat meningkat.
“Tentu pembangunan infrastruktur irigasi termasuk jalan, kemudian infrastruktur pertanian, ini merupakan tanda bahwa keberpihakan Pemerintah Kabupaten Jember dan keberpihakan Presiden Prabowo kepada masyarakat, kepada sektor pangan, kepada sektor infrastruktur pengairan dan jalan termasuk kepada sektor pendidikan tidak perlu kita ragukan lagi,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap pertanian Jember bukan baru dilakukan pada 2026. Pada 2025, APBD Jember telah mengalokasikan program optimalisasi lahan sekitar 8.375 hektare senilai Rp7,9 miliar.
Dari APBN 2025, terdapat pembangunan optimalisasi lahan seluas 724 hektare senilai lebih dari Rp10 miliar serta jaringan irigasi air tanah senilai Rp10,7 miliar untuk lahan seluas 154 hektare.
Dukungan lainnya berasal dari program jaringan irigasi APBN senilai Rp39,9 miliar untuk sekitar 2.725 hektare. Jember juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk optimalisasi lahan senilai Rp32,6 miliar.
“Kalau kita jumlah tahun 2025 dan tahun 2026 kurang lebih ada sekitar Rp300 sampai Rp350 miliar untuk sektor pertanian, baik yang bersumber dari APBN, APBD provinsi, maupun APBD Kabupaten Jember,” ungkap Gus Fawait.
Selain itu, program P3-TGAI pada 2025 mencakup 47 titik dengan nilai sekitar Rp9,1 miliar. Berbagai program tersebut menunjukkan besarnya dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian Jember dalam dua tahun terakhir.
Gus Fawait menegaskan, pembangunan pertanian tidak hanya berfokus pada pemberian bibit dan alat mesin pertanian. Pemerintah juga mendorong perbaikan lahan, irigasi, jalan, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sektor pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
“Pemerintah Kabupaten Jember maupun Pemerintah Pusat hari ini sedang bekerja keras untuk memperbaiki banyak sektor. Mulai dari pinggir pantai dengan Kampung Nelayan Merah Putih, mulai dari perbaikan infrastruktur pertanian, pemberian alat-alat pertanian, pemberian bibit-bibit untuk pertanian, perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan infrastruktur pengairan,” pungkas Gus Fawait.rd
Editor : Redaksi