JEMBER (Realita) - Ada yang berbeda dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Jember menerapkan konsep yang menekankan keadilan dan kebersamaan dalam penyediaan fasilitas bagi peserta upacara.
Bupati Jember, Gus Fawait mengatakan fasilitas tenda dan kursi tidak disiapkan untuk seluruh peserta. Pemerintah daerah justru memberikan prioritas kepada kelompok yang dinilai lebih membutuhkan perlindungan selama upacara berlangsung.
“Fasilitas pelindung berupa tenda dan kursi secara khusus hanya disiapkan untuk para veteran, ibu-ibu, serta anak-anak balita,” kata Gus Fawait.
Sementara itu, jajaran Forkopimda dan peserta lainnya mengikuti upacara dengan berdiri di area terbuka tanpa tenda. Kebijakan tersebut, menurut Gus Fawait, merupakan bentuk keadilan yang diterapkan berdasarkan kebutuhan, bukan dengan memberikan fasilitas secara sama rata kepada semua peserta.
“Keadilan itu tidak harus sama rata, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap peserta. Para veteran dan kaum ibu sangat layak mendapat prioritas tersebut,” ujarnya.
Gus Fawait menilai kebijakan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan. Ia berharap konsep tersebut tidak hanya diterapkan pada peringatan HUT RI tahun ini, tetapi bisa menjadi tradisi baru dalam pelaksanaan upacara di Kabupaten Jember.
“Ini bentuk kebersamaan yang luar biasa dan kita harapkan dapat menjadi tradisi baru di Kabupaten Jember,” tegasnya.
Selain konsep baru dalam pelaksanaan upacara, perhatian juga tertuju pada syal Palestina yang dikenakan Gus Fawait saat mengikuti rangkaian peringatan HUT RI ke-81. Bupati Jember tersebut menjelaskan bahwa atribut itu merupakan simbol dukungan moral terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menurut Gus Fawait, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan agama. Lebih dari itu, isu Palestina merupakan persoalan kemanusiaan dan hak asasi manusia.
“Kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa, termasuk bangsa Palestina. Sikap ini adalah bentuk ketaatan kita pada konstitusi serta kepedulian atas nama kemanusiaan,” katanya.
Ia menegaskan, Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjuangan melawan penjajahan. Karena itu, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dinilai sejalan dengan prinsip yang telah ditegaskan dalam konstitusi Indonesia bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa.
Gus Fawait juga bersyukur seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Jember berlangsung tertib dan lancar. Tidak hanya upacara pada pagi hari, berbagai kegiatan juga digelar hingga sesi sore.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian peringatan HUT RI di Kabupaten Jember, baik sesi pagi maupun sore, berjalan dengan tertib dan lancar,” ungkapnya.
Rangkaian perayaan kemerdekaan tersebut juga berlangsung di berbagai wilayah, mulai dari tingkat kecamatan, sekolah hingga instansi kesehatan. Pemerintah Kabupaten Jember berharap semarak HUT RI tidak hanya menjadi momentum memperkuat nasionalisme dan kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dinilai dapat ikut menggerakkan sektor informal di Kabupaten Jember. Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari sisi kebangsaan, tetapi juga bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Editor : Redaksi