MALANG – Tim PKM-B Kelompok 5 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya meluncurkan Peta Potensi Wisata Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, sebagai media pendukung informasi dan promosi berbagai destinasi wisata yang dimiliki desa tersebut.
Peta ini dilengkapi QR Code yang memungkinkan masyarakat maupun wisatawan memperoleh informasi tambahan secara lebih praktis.
Desa Sanankerto memiliki beragam potensi wisata yang tersebar di sejumlah kawasan dengan karakteristik berbeda, mulai dari wisata alam, edukasi, budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.
Peta yang dibuat oleh PKM-B Kelompok 5 mengintegrasikan lima kawasan utama, yaitu Kampung NENEM, Boonpring dan Edupark, Kampung Dolanan, Kampung KRPL, serta Kampung Kerajinan, sehingga keberagaman potensi tersebut dapat dikenali melalui satu media informasi yang lebih ringkas dan mudah dipahami.
Setiap kawasan memiliki daya tarik tersendiri. Boonpring dan Edupark menawarkan perpaduan wisata alam dan edukasi, sedangkan Kampung NENEM mengangkat potensi lingkungan dan sumber daya lokal.
Kampung Dolanan menghadirkan aktivitas permainan tradisional dan budaya masyarakat, sementara Kampung KRPL dan Kampung Kerajinan menunjukkan potensi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lingkungan dan kreativitas lokal.
Proses pembuatan peta diawali dengan koordinasi bersama pemerintah Desa Sanankerto serta pengumpulan informasi mengenai lokasi dan karakteristik masing-masing kawasan wisata. Informasi tersebut kemudian diolah menjadi tampilan visual yang komunikatif.
Kehadiran QR Code menjadi bagian penting dari peta karena memungkinkan pengunjung mengakses informasi tambahan mengenai destinasi yang ditampilkan, sehingga peta tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk persebaran wisata, tetapi juga sebagai media informasi yang lebih interaktif.
Peta ini hadir sebagai pelengkap bagi media informasi wisata yang telah ada di Desa Sanankerto, bukan sebagai pengganti.
Perangkat Desa Sanankerto, Sulkan, menyambut baik kehadiran peta tersebut. Menurutnya, peta memiliki peran penting sebagai penunjuk arah sekaligus sumber informasi bagi masyarakat dan wisatawan.
“Peta itu menjadi dasar kita mau melangkah ke arah mana. Kalau tidak ada peta, kita akan kesulitan, bahkan bisa salah tujuan,” ujar Sulkan.
Ia berharap peta potensi wisata ini dapat membantu masyarakat maupun pengunjung mengenali berbagai destinasi yang dimiliki Desa Sanankerto secara lebih mudah dan jelas.
Ketua Kelompok PKM-B, Ilham, mengatakan bahwa peta ini dibuat berdasarkan hasil pengamatan langsung tim di lapangan serta masukan dari perangkat desa selama proses penyusunan program.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi tim adalah merangkum banyaknya potensi wisata desa ke dalam satu media yang ringkas namun tetap informatif.
“Kami ingin peta ini tidak hanya menunjukkan lokasi, tapi juga membantu wisatawan memahami cerita di balik setiap kawasan wisata di Sanankerto,” ujar Ilham.
Ia berharap peta ini dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat desa meski program PKM telah selesai.
Melalui program ini, Tim PKM-B Kelompok 5 FPIK Universitas Brawijaya berharap Peta Potensi Wisata Desa Sanankerto dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media informasi dan promosi.
Keberadaan peta ini diharapkan turut memperkenalkan keberagaman potensi wisata kepada masyarakat luas serta mendukung pengembangan Desa Sanankerto sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Editor : Redaksi