Guruh Sukarno Putra Gelar Reses dengan Pedagang Asongan dan PKL Makam Bung Karno

Advertorial

KOTA BLITAR (Realita)- Memasuki hari ke-20 bulan Ramadan Guruh Sukarno Putra melakukan Reses di Rumah Aspirasi  bersama Asongan dan PKL sekitar Makam Bung Karno. Sekitar 200 orang yang terdiri dari asongan penjual bunga tabur, PKL di sekitar Perpustakaan dan PKL  Kompak Buka, di Pusat Informasi dan Pelataran Parkir Makam Bung Karno, antusias datang.

Bayu Kuncoro, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar dan Lukman Indra Laksono, Wakil Ketua Bidang Kebudayaan Nasional  DPC PDI Perjuangan Kab. Blitar turut hadir dalam kegiatan reses yang dilaksanakan di Rumah Aspirasi Guruh Sukarno Putra yang berlokasi di Grand Sentul Residance Blok C - No. 12 Kel. Sentul Kec. Kepanjenkidul Kota Blitar. Dalam sambutannya  Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menyampaikan terima kasih kepada seluruh  yang hadir yang memperhatikan undangan kegiatan reses inivmeskipun dalam suasana puasa sehari penuh.

"Saya mendengar bahwa putra-putri bapak/ibu asongan dan PKL sekitar makam Bung Karno mengusulkan beasiswa PIP melalui jalur aspirasi lewat Mas Guruh," ujar Bayu Kuncoro dan dijawab kompak " Iya " sama oleh para Asongan dan PKL. "Semoga aspirasi nya berhasill dan cair sehingga bisa meringankan beban orang tua atau wali murid di tengah pandemi," sambungnya.

Sementara dalam reses, Guruh Sukarno Putra Didik Nurhadi selaku TA Dapil melakukan evaluasi terkait usulan  masyarakat termasuk putra/putri dari para pedagan asongan dan PKL bahwa usulan banyak yang berhasil diusulkan karena memang statusnya layak dan gaji orang tua/wali murid tidak ada yang lebih dari 5 juta dan masuk sasaran prioritas. adapun yang tidak berhasil adalah siswa kelas akhir dan sudah dapat SK Kemendikbud. 

Di sisi lain Anitisworo Ketua Asongan Pedagang Kembang di komplek makam Bung Karno merasa senang diundang dalam kegiatan reses Guruh Sukarno Putra.

" Kami masyarakat kecil merasa diperhatikan," ujarnya.

Kajari tj perak dalam

  Hal senada juga disampailan oleh pria yang akrab dipanggil Pak Nur.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Guruh dan Mbak Puan Maharani yang memperhatikan kami orang kecil dengan bantuan paket sembako, tentunya sangat bermanfaat," ujar pria yang setiap hari menjual Soto Ayam di samping perpustakaan Bung Karno.

Kemudian acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dimana menu makan dan minum disiapkan oleh anggota PKL yang setiap harinya mangkal di sekitar komplek makam Bung  Karno.fe

Editor : Redaksi

Advertorial
Berita Terbaru

Bau Mulut saat Puasa, Ini Penyebabnya

BAU mulut menjadi salah satu hal yang cukup mengganggu selama puasa Ramadan. Sebagian orang mengaitkan penyebabnya dengan makanan yang dikonsumsi saat …