14 Hari Operasi Semeru, Satlantas Polres Jember Catat Ribuan Pelanggaran

realita.co
KBO Satlantas Polres Jember, Ipda Firmansyah. Foto: dok

JEMBER (Realita)- Intensitas pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Jember masih tergolong tinggi. Dalam 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Jember merekam 8.830 pelanggaran melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Operasi yang digelar mulai 2 hingga 15 Februari 2026 itu menitikberatkan pada penegakan hukum berbasis teknologi. KBO Satlantas Polres Jember, Ipda Firmansyah, menyebut pendekatan elektronik menjadi prioritas untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkab Ponorogo Belum Atur Larangan Oprasional THM

“Selama Operasi Keselamatan Semeru 2026, kami lebih mengutamakan penindakan menggunakan ETLE. Saat ini kami memiliki satu ETLE statis dan dua ETLE dinamis,” jelasnya, Rabu (18/02/2026).

Dari total 8.830 pelanggaran yang tertangkap kamera ETLE statis, sebanyak 1.920 dinyatakan valid setelah proses verifikasi. Sebanyak 1.899 surat konfirmasi telah dikirimkan kepada pelanggar, dan 269 di antaranya sudah berlanjut pada penerbitan surat tilang.

“Pelanggaran yang paling banyak adalah tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak memakai helm, dan melawan arus,” ungkap Ipda Firmansyah.

Baca juga: Selama 30 Hari Puasa, Tubuh Lakukan Pembersihan Besar-besaran

Selain penindakan berbasis kamera, Satlantas juga melakukan tilang manual terhadap pelanggaran kasat mata di lapangan. Selama operasi berlangsung, tercatat 22 penindakan manual, mayoritas karena kendaraan tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau digunakan tidak sesuai ketentuan.

Penguatan pengawasan turut dilakukan melalui operasi gabungan bersama instansi terkait pada 4 dan 11 Februari 2026. Pada 4 Februari, petugas memberikan 173 teguran dan 36 penindakan melalui ETLE mobile.

Sementara pada 11 Februari, tercatat 116 teguran, tiga tilang manual, serta empat tilang elektronik.

Baca juga: Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Kota Cilegon

Ipda Firmansyah menegaskan, tingginya angka pelanggaran menjadi peringatan bahwa disiplin berlalu lintas harus terus ditingkatkan, terlebih menjelang Ramadan saat aktivitas masyarakat meningkat dan sejumlah ruas jalan kerap dipadati pasar dadakan.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih tertib dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkas Firmansyah.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru