MAGETAN (Realita) - Dinamika politik di Kabupaten Magetan terus berkembang menjelang penentuan arah kepemimpinan DPRD. Di tengah berbagai nama yang mulai diperbincangkan, sosok Anton Solihin menjadi salah satu figur yang dinilai memiliki peluang besar untuk memimpin lembaga legislatif tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil IV itu dikenal sebagai politisi yang aktif membangun komunikasi lintas partai sekaligus dekat dengan masyarakat. Selain berkecimpung di dunia politik, Anton juga dikenal sebagai pengusaha muda yang cukup aktif di berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pengalamannya selama dua periode sebagai anggota DPRD dinilai menjadi modal penting dalam memahami dinamika pemerintahan dan kebutuhan masyarakat. Di tengah komposisi 45 anggota DPRD dengan latar belakang politik yang beragam, Anton dianggap mampu menjaga komunikasi yang cair dan membangun hubungan kerja yang harmonis.
Menurut Anton, politik tidak semata-mata bicara soal jabatan maupun kekuasaan. Ia memandang politik sebagai sarana perjuangan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
“Jabatan itu hanya amanah. Yang paling penting bagaimana keberadaan kita bisa memberi manfaat dan membantu masyarakat lewat kebijakan yang tepat,” ujar Anton, Selasa (19/5/2026).
Lahir dari lingkungan keluarga Nahdlatul Ulama (NU), Anton mengaku nilai-nilai keagamaan dan budaya organisasi NU membentuk karakter kepemimpinannya hingga saat ini. Karena itu, ia memilih berjuang melalui PKB yang dinilai sejalan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Prinsip hidup “Urip iku urup” juga menjadi pegangan yang terus ia tanamkan dalam perjalanan politiknya. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu memberi manfaat dan menjadi solusi bagi masyarakat.
Lebih jauh, Anton menuturkan bahwa perjalanan politik yang dijalaninya bukan sesuatu yang instan. Ia mengaku banyak belajar tentang pentingnya menjaga integritas, membangun komunikasi politik yang sehat, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat itu tidak bisa dibangun dalam sehari. Harus dijaga dengan kerja nyata, keterbukaan, dan kesediaan mendengar aspirasi rakyat,” jelasnya.
Anton juga menyatakan, jika nantinya dipercaya memimpin DPRD Magetan, ia mengaku ingin fokus memperkuat fungsi pengawasan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Menurutnya, DPRD harus hadir sebagai lembaga yang terbuka, responsif, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“DPRD harus menjadi rumah bagi rakyat. Semua aspirasi masyarakat harus bisa didengar dan diperjuangkan bersama,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Anton juga memiliki target politik untuk memperkuat posisi PKB di Magetan pada Pemilu 2029 mendatang dengan meningkatkan perolehan kursi menjadi 10 kursi.
Selain itu, dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat, Anton rutin turun langsung ke lapangan serta aktif membuka ruang komunikasi melalui media sosial dan forum-forum warga. Ia bahkan berencana membentuk “Rumah Aspirasi Mas Anton” sebagai tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.
Menurut Anton, ruang aspirasi tersebut penting agar masyarakat memiliki akses komunikasi yang lebih mudah dengan wakil rakyat.
“Kadang masyarakat hanya ingin didengar. Dari situ kita bisa memahami persoalan mereka secara langsung dan mencari solusi bersama,” terangnya.
Anton juga menegaskan bahwa nilai kejujuran, amanah, dan keterbukaan menjadi prinsip utama yang selalu ia pegang dalam menjalankan tugas politiknya. Ia menyebut kultur kaderisasi di PKB telah membentuk karakter politik yang santun namun tetap tegas dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Kami berharap DPRD Magetan mampu kembali meningkatkan kepercayaan publik melalui kerja-kerja nyata yang berpihak kepada masyarakat," tandas Anton Solihin. Yw
Editor : Redaksi