Tinjau Jalan Ponorogo-Pacitan yang Amblas, Anggota DPR-RI Ini Upayakan Perbaikan

PONOROGO (Realita)- Amblasnya jalan utama penghubung Ponorogo-Pacitan, tepatnya di kilometer 225 yang berada di Dukuh Bukul Desa Wates Kecamatan Slahung, mengundang perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Partai Nasdem Sri Wahyuni.

Di sela-sela agenda resesnya di Kabupaten Ponorogo, anggota parlemen Senayan dari Dapil VII Jatim ini, menyempatkan diri untuk mengunjungi lokasi amblasnya jalan provinsi tersebut, Senin (20/02/2023). 

Baca Juga: Jalan Menuju Desa Sulangkit Semakin Memprihatinkan, Nyaris Tak Bisa Dilewati

Anggota Komisi V DPR-RI Partai Nasdem Sri Wahyuni mengatakan, melihat kondisi amblasnya badan jalan, yang tinggal menyisakan separu badan jalan itu, maka perbaikan mutlak dilakukan secepatnya, mengingat jalur ini menjadi jalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan. 

" Kita akan bantu berkomunikasi Kementrian PU-PR agar diteruskan ke  DPU-Bina Marga Jatim, karena ini jalan provinsi. Agar perbaikan diupayakan segera dilakukan. Karena jalan ini menjadi jalur utama Ponorogo dan Pacitan," ujarnya. 

Baca Juga: Memprihatinkan! Jalan di Dusun Setia Harapan, Desa Sungai Rengit Rusak Parah dan Tak Bisa Dilewati

Sri Wahyuni berharap perbaikan jalan Ponorogo-Pacitan ini dapat terealisasi secepatnya. Mengingat kondisi jalan yang ambles, masih berpotensi longsor bila tidak segera diperbaiki.

" Kami berharap secepatnya ya perbaikannya. Hasil peninjauan ini akan kami laporkan ke Kementrian agar segera ditindaklanjuti jajaranya. Kalau dibiarkan bisa longsor lagi jalan ini, dan itu akan memutuskan akses Ponorogo-Pacitan," harapnya. 

Baca Juga: Pj. Bupati Banyuasin  Segera Perbaiki Jalan Poros Sungsang

Sekedar informasi, jalan Ponorogo-Pacitan tepatnya di Dukuh Bakul Desa Wates Kecamatan Slahung amblas. Hal ini dipicu akibat curah hujan yang tinggi sejak sebulan terakhir di wilayah ini membuat pondasi jalan tergerus dan amblas. Kondisi ini, diklaim telah terjadi sejak 2 bulan terakhir. Saat ini hanya separuh badan jalan saja yang bisa dilewati kendaraan secara bergantian, lantaran separuh badan jalan lagi telah hilang. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru