Gelar Razia Gabungan, Petugas Amankan 7 Pasangan Bukan Suami Istri

KOTA BLITAR (Realita)- Tujuh pasangan bukan suami istri terjaring razia yang digelar Petugas Gabungan Polres Blitar Kota, Satpol PP Kota Blitar dan Kodim 0808 di sebuah kos-kosan di wilayah Kota Blitar, Sabtu (16/12/2023) malam.

Razia kos-kosan ini dilakukan sebagai upaya penertiban dan cipta kondisi.

Baca Juga: Satpol PP Surabaya Hentikan Tempat Biliard yang Nekat Beroperasi saat Bulan Ramadan

Selain itu juga banyaknya laporan dari masyarakat  dan kemudian ditindaklanjuti dengan razia.

Hasilnya, petugas gabungan menemukan pasangan tak resmi yang berada di dalam kamar kos-kosan di wilayah Kepanjenkidul Kota Blitar.

Sejumlah kos-kosan yang berada di Jalan Mastrip dan Jalan Arumdalu menjadi sasaran kegiatan razia malam ini.

Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo P.S S.H S.I.K melalui Perwira pendali piket hari Iptu Widarto yang mengikuti kegiatan razai hari ini mengatakan Polres Blitar Kota bersama dengan  Satpol PP dan Kodim 0808 melaksanakan Razia dalam rangka menjaga Kondusifitas jelang Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Kos-kosan Hingga THM Jadi Atensi Razia Satpol PP Madiun di Bulan Ramadhan

"Razia gabungan ini dalam rangka cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru 2024 serta menjaga kondusifitas wilayah Kota Blitar," kata Iptu Widarto, Sabtu (16/12/2023).

Ia melanjutkan tujuh pasangan tidak sah tersebut diserahkan ke Satpol PP Kota Blitar untuk melakukan pendataan, pemeriksaan dan pembinaan lebih lanjut.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Blitar Ronny Yoza Passalbessy.S.sos.MM menambahkan setelah para pasangan mesum didata, diberikan pengarahan. Bagi yang masih siswa sekolah, orang tua dan guru pendidik dipanggil petugas Satpol PP.

Baca Juga: Rutin Gelar Operasi Minuman Beralkohol, selama Sebulan Satpol PP Surabaya Amankan 146 Botol Mihol

“Senin kita tindak lanjuti, pihak orang tua dan guru saya panggil. Sedangkan, pihak pengelola wisma penginapan agar selektif menerima tamu. Pencegahan hubungan mesum bebas dapat menekan penyebaran virus HIV. Dan kesadaran ini, tanggungjawab kita bersama,” imbuhnya.

Ronny pun berharap, kedepannya, pihak pemilik kos, wisma, atau penginapan, supaya memverifikasi identitas tamu sebelum diperbolehkan menginap. Apalagi bagi pasangan, harus adanya surat sah pernikahan jika ingin menginap.fe

Editor : Redaksi

Berita Terbaru