DPP PSI Dikabarkan Sudah Siapkan Berkas Pemecatan Kader di Malang yang Diduga Selingkuh

KOTA MALANG (Realita)- DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikabarkan sudah menyiapkan berkas pemecatan kepada oknum kader PSI Kota Malang berinisial JS yang diduga terlibat skandal perselingkuhan dengan wanita asal Manado berinisial GC. Hal itu disampaikan Ketua DPD PSI Kota Malang, Achmad Faried, saat dikonfirmasi wartawan terkait tindak lanjut laporan dugaan perselingkuhan dari pihak keluarga GC, pada Selasa (27/2/2024).

Faried mengungkapkan, proses itu berawal dari pihak keluarga perempuan yang terus menanyakan tindak lanjut atas laporannya kepada Bidang OKK DPP PSI.

Baca Juga: Dalami Kasus Ngrandu, Bawaslu Ponorogo: Caleg Bisa Didiskualifikasi

"Mereka (pihak keluarga perempuan) berkomunikasi dengan DPP PSI sekitar tanggal 18 Februari 2024, dan dijanjikan dua hari, berarti kan tanggal 20 Februari, dan pihak keluarga mencoba menghubungi pihak DPP PSI lagi, namun belum direspon. Akhrinya menanyakan ke saya. Otomatis saya menanyakan ke DPP PSI yaitu ke Bidang OKK DPP PSI," katanya.

Lantas Faried memohon petunjuk kepada DPP PSI, karena hal itu dianggap sudah beredar luas dan sudah banyak pertanyaan dari internal maupun dari eksternal. "Maka saya meminta izin petunjuk dari DPP harus seperti apa," ujarnya.

Kemudian kata Faried, ada petunjuk dari DPP PSI bahwa ia diminta untuk berstatement. "Atas petunjuk DPP, saya diminta untuk berstatemen bahwa dalam waktu dekat ini ada proses pemecatan. DPP katanya juga sudah mempersiapkan berkas-berkasnya," ungkapnya.

Namun, Faried tidak bisa memberi garansi atas kepastian pemecatan itu. Karena, di dalam komunikasinya dengan DPP itu tidak ada bicara terkait garansi.

"Cuma kemarin sore (26/2/2924) saya sudah ditanya ada tim melalui konfrens, yang terdiri dari orang DPP, terus LBH, kemudian ada aktifis perempuan, menanyakan kronologi dari kasus tersebut. Ini mulainya seperti apa, terus prosesnya bagaiman, terus pihak keluarga ini siapa, saya otomatis menjelaskan secara runut. Seperti itu," beber dia.

Bahkan kata Faried, DPP PSI juga sudah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). "Jadi kalau memang Tim Pencari Fakta ini sudah menemukan bukti, jadi apa yang disampaikan DPP itu baru bisa dieksekusi," katanya.

Di dalam proses itu, menurut Faried, tentunya DPP PSI juga akan memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk membela diri. "Tentunya juga memberikan kesempatan untuk klarifikasi dan lain-lain. Dan kita harus hargai proses itu," ujarnya.

Baca Juga: Surat Berisi Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Caleg PSI Kota Malang Beredar

TPF, nantinya akan meminta keterangan dari yang bersangkutan dan pihak keluarga perempuan. Karena memang untuk mengumpulkan data. "Jadi itu harus ada prosesnya. Bukan berarti ada kejadian terus diputuskan. Saya kira Tim Pencari Fakta dari DPP ini juga sudah bergerak. Soalnya kemarin sore sekitar jam empat anak saya juga sudah dikonfirmasi terkait itu," ungkapnya.

Faried kembali menegaskan, bahwa pada Minggu (26/2)2024) telah diberi wewenang oleh pihak OKK DPP PSI untuk memberi statement apabila ada pertanyaan terkait itu.

"Karena orang kan kebanyakan larinya ke saya, sebagai Ketua PSI Kota Malang. Ini ada seperti ini bagaimana? Akhirnya saya minta petunjuk harus bicara seperti apa? Baik ke internal atau pihak eksternal," katanya.

Ditanya soal stelah pemecatan apakah langsung dilakukan PAW terhadap JS, Faried mengatakan bahwa ia tidak tahu prosesnya nanti seperti apa.

"Saya tidak tahu prosesnya seperti apa. Yang jelas, saya cuma pengen masalah ini cepet selesai. Karena ini kan juga membawa nama baik PSI," tegasnya.

"Masalah itu jadi PAW atau tidak, jujur saya pribadi tidak tahu. Soalnya pasti akan ada fitnah juga, entah itu ada konspirasi atau apa, saya tidak mau terlibat di situ," tambah dia.

Bahkan, kata Faried, ia telah menyampaikan kepada Tim Pencari Fakta, bahwa DPD PSI Kota Malang sudah memberikan surat permohonan untuk dieksekusi oleh DPP, karena ia tahu akan ada konflik interest yang sangat tinggi.

"Enggak bisa dinafikan bahwa kakau misalkan dia (JS) jatuh, kan yang nomor dua PAW kan saya. Saya mau bargaining seperti apapun, itu tidak akan menghilangkan atau menafikan kalau nanti ada PAW jadi saya. Dan saya tidak mau terlibat di situ. Makanya dari setahun yang lalu, saya selalu minta agar DPP PSI yang eksekusi," tutupnya.

Media ini sudah konfirmasi kepada JS melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga artikel ini disusun, belum ada jawaban dari JS. (mad)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru