Kisah Pilu Yuntini Janda Tua, yang Terlupakan di Tengah Program Bedah Rumah di Banyuasin

BANYUASIN (Realita)– Di tengah gegap gempita reformasi sosial, kisah pilu seorang janda tua bernama Yuntini (62) dari Desa Tanjung Menang Musi, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, menjadi sorotan. Hidup di rumah reot yang nyaris roboh, Yuntini hanya ditemani anak perempuannya yang baru berusia 20 tahun, Selasa(31/12/2024).

Anak gadis tersebut, yang bekerja di sebuah konter dengan penghasilan Rp700 ribu per bulan, menjadi satu-satunya tumpuan hidup keluarga. Setelah ditinggal sang suami, Yuntini tidak memiliki sandaran ekonomi, sementara kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk bekerja.

Ironisnya, program bedah rumah yang diluncurkan di desa ini tidak menyertakan Yuntini sebagai penerima manfaat. Padahal, kondisi rumahnya dinilai jauh lebih memprihatinkan dibanding beberapa penerima lainnya yang dianggap lebih mampu.

"Rumah ini hampir roboh, Bu Yuntini sudah tua dan tidak bisa bekerja lagi. Anak gadisnya yang menanggung semuanya. Tidak adil kalau mereka tidak mendapatkan bantuan," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kisah ini mencuat setelah viral di media sosial dan diberitakan oleh Atianews.com pada 5 Desember 2024. Kritik dari warga menyebut pembagian program bedah rumah penuh dengan pilih kasih. Bahkan, beberapa penerima bantuan disebut menggunakan dana tersebut untuk membangun rumah baru di atas tanah lain, sementara Yuntini tetap bertahan di rumah tidak layak huni.

"Program ini harusnya untuk mereka yang benar-benar membutuhkan. Kalau seperti ini, di mana keadilan sosial yang dijanjikan pemerintah?" keluh seorang warga desa.

Kasus ini mencerminkan wajah buram penyaluran bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Warga berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengevaluasi program tersebut, memastikan keadilan tercapai sesuai visi pemerintahan saat ini.

Kini, masyarakat Desa Tanjung Menang Musi menantikan tindakan nyata yang dapat mengembalikan kepercayaan mereka. Kisah Yuntini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan transparansi dalam implementasi program sosial agar benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.and

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Dikartu Merah, Conte Murka 

ROMA (Realita) - Pelatih Napoli Antonio Conte dikartu merah saat melawan Inter Milan. Ia kemudian juga terlihat ngamuk di depan muka ofisial pertandingan.Laga …