LAMONGAN (Realita) - Untuk menjaga keselamatan ditengah kondisi jalan licin dan berlubang, warga Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, melakukan inovasi dengan menancapkan pohon pisang.
Farid, seorang warga mengatakan pohon pisang tersebut digunakan sebagai tanda agar pengendara sepeda motor lebih hati-hati saat melintasi jalan di desa tersebut, lantaran berlubang.
"Jalan ini rusaknya sudah lama. Bahkan sering disampaikan ke pemerintah desa, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda jalan itu akan diperbaiki. Bahkan kondisinya semakin parah," kata Farid kepada Realita.co. Selasa (04/03/2025).
"Dengan berdirinya pohon pisang ini, diharapkan warga bisa tahu kalau ada lubang. Sehingga mereka selamat, tidak terperosok dan tidak jatuh. Terutama saat kondisi jalan licin dan berlumpur saat hujan," lanjutnya.
Sementara hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Kedungkumpul, Angely Emitasari, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi Realita.co melalui pesan Whatsapp (WA) nya sejak Kamis (6/03/2025) lalu
Dari data yang dihimpun, pada tahun 2024 Pemerintah pusat telah menggelontorkan Dana Desa untuk 462 Desa/ Kelurahan di 27 Kecamatan di Lamongan dengan total sekitar Rp. 410.000.000.000,-. Bahkan pada tahun 2025 ini, jumlah tersebut dikabarkan naik Rp. 2.000.000.000,- menjadi sekitar Rp. 412.000.000.000,-.
Untuk Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, pada tahun 2024 lalu tercatat mendapat Dana Desa sebesar Rp. 1.389.575.000,-.
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-37122-tolak-jalan-berlubang-warga-sukorame-lamongan-tanami-pohon-pisang