SURABAYA (Realita)– Dalam rangka meningkatkan ketakwaan di bulan suci Ramadhan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I menggelar Kajian Spesial Ramadhan 1446 H yang diikuti oleh pegawai dan masyarakat. Acara ini mengusung tema "Penguatan Iman untuk Meningkatkan Integritas dan Profesionalisme dalam Bekerja", dengan menghadirkan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P., Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2019–2024, sebagai pemateri.
Kepala Kanwil DJP Jatim I, Sigit Danang Joyo, menjelaskan bahwa kajian ini merupakan bagian dari pembinaan spiritual bagi pegawai guna memperkuat nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang keuangan negara.
"Kami berharap melalui kajian ini, seluruh pegawai dapat menyadari bahwa bekerja bukan hanya soal pencapaian target, tetapi juga tanggung jawab moral dan integritas yang harus dijaga," ujar Sigit usai kajian yang digelar di Masjid Salahuddin Kanwil DJP Jatim I, Surabaya, Senin (10/3/2025).
Menurut Sigit, dengan keimanan yang kuat, pegawai dapat bekerja lebih jujur, profesional, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, kajian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai DJP untuk terus mengedepankan prinsip kejujuran dalam menjalankan tugasnya.
“Dengan integritas yang tinggi, setiap pegawai bisa berkontribusi lebih baik dalam mengoptimalkan penerimaan negara demi kemajuan Indonesia,” tegasnya.
Mahfud MD: Kejujuran adalah Kunci Utama
Dalam kajian tersebut, Prof. Mahfud MD menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang harus dimanfaatkan untuk memperbanyak kegiatan positif. Salah satunya adalah dengan mengikuti kajian keagamaan seperti yang diadakan Kanwil DJP Jatim I.
"Melalui kajian ini, diharapkan pegawai internal dapat menjalankan tugas dengan baik serta tidak melanggar aturan agama maupun negara," ujarnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2008–2013 itu juga menekankan pentingnya keimanan dalam meningkatkan integritas dan profesionalisme dalam bekerja. Dengan iman yang kuat, kata Mahfud, seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan menghindari pelanggaran hukum.
“Bekerja keraslah demi keluarga dan negara, tetapi tetap junjung tinggi kejujuran. Karena sekali melangkah salah atau melanggar hukum, dampaknya luar biasa. Tidak hanya terkena sanksi hukum negara, tetapi juga sanksi sosial,” tandasnya.yudhi
Editor : Redaksi