SURABAYA (Realita)– Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keterbatasan lahan pemakaman di Kota Pahlawan. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak lagi bisa menyediakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru karena keterbatasan lahan dan anggaran.
"Kita sudah tidak bisa menyediakan lahan makam untuk warga Surabaya. Di TPU Keputih pun sekarang dilakukan sistem pemakaman tumpang. Kalau ada saudara yang meninggal, ya harus ditumpang karena lahannya sudah tidak ada," kata Wali Kota Eri, Senin (17/3/2025).
Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk mendata jumlah warga di setiap perkampungan yang memiliki TPU aktif. Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas pemakaman di setiap kampung. Berdasarkan data DLH, saat ini terdapat 13 lahan makam dan satu krematorium yang dikelola Pemkot Surabaya. Sementara itu, jumlah lahan pemakaman di perkampungan mencapai 535 lokasi.
"Selagi makam itu masih aktif, dihitung berapa jumlah warga di RW tersebut. Jika masih cukup, maka warga wajib dimakamkan di makam kampungnya masing-masing dan tidak boleh di TPU Keputih. TPU Keputih itu hanya untuk kampung yang tidak memiliki makam," jelasnya.
Wali Kota Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa membebaskan lahan baru untuk pemakaman karena harga tanah yang semakin mahal. Oleh karena itu, ia ingin sistem pemakaman tumpang diterapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat.
Selain sosialisasi ke warga, Wali Kota Eri juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat untuk menyampaikan persoalan ini kepada DPRD Surabaya sebagai bahan diskusi. Ia menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki skala prioritas, seperti program rumah tidak layak huni (rutilahu), pendidikan, dan layanan kesehatan gratis.
"Tanah sudah tidak ada. Kalau mau bebaskan tanah, butuh biaya besar, bisa Rp 4–5 juta per meter. Itu sama saja dengan membeli rumah. Mau pilih mana? Membebaskan tanah makam atau menyelesaikan kemiskinan? Warga Surabaya juga harus memahami hal ini," pungkasnya.yudhi
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-37386-tidak-ada-lahan-wali-kota-surabaya-sarankan-sistem-pemakaman-tumpang