LAMONGAN (Realita) - Meski Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri di Lamongan telah dilaksanakan dengan beberapa tahapan, namun pelaksanaan tersebut dinilai belum maksimal. Pasalnya, hingga waktu pendaftaran ditutup, masih terdapat sekolah yang belum memenuhi pagu atau kuota.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lamongan, Imam Fadlli, mengatakan salah satu faktor penyebab yakni kurangnya sosialisasi kepada para calon siswa atau wali siswa dan perlunya penyesuaian dengan peraturan yang baru.
"Saya kemarin melihat ada beberapa hal yang menjadi faktor, mungkin karena perlu penyesuaian dengan aturan yang baru. Jadi memang kami amati ada beberapa SMA di wilayah pinggiran yang kekurangan murid," kata politisi partai Gerindra itu di ruang kerjanya. Kamis (03/7/2025).
"Menurut saya perlu sinkronisasi dengan aturan yang baru yang sebelumnya zonasi atau domisili bisa 50 persen, tapi sekarang 35 persen. Maka aturan-aturan ini memang perlu disosialisasikan dari awal. Dan saya kira nanti juga perlu kerjasama dengan pihak SMP, MTs disekitar, untuk diberi sosialisasi yang mendalam bahwa di SMA ini ada pagu sekian, jalur afirmasi sekian persen, prestasi sekian persen, dan seterusnya," lanjut Imam.
Seperti diketahui, Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I, II, III di Jawa Timur untuk SMA/SMK telah berakhir.
Tahap I dilakukan untuk jalur Afirmasi, Mutasi Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi Hasil Lomba tingkat SMA/SMK dan telah diumumkan pada Jumat (20/6/2025).
Kemudian tahap II atau jalur nilai prestasi akademik SMA, sesuai telah masuk tahap daftar ulang di SMA Negeri tujuan dan tahap III jalur Domisili SMA/SMK, dan terakhir SPMB jalur Nilai Prestasi Akademik SMK.
Berdasarkan informasi dalam pelaksanaan tersebut, masih terdapat 7 SMA Negeri di Lamongan yang masih belum memenuhi kuota siswa.
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi