Buntut Kisruh Yayasan Al Ibrohimi, Camat Manyar Gembok Pagar SD-IT 

GRESIK (Realita) - Karut marut kepengurusan Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi Manyar, Gresik akhirnya berimbas pada kepemilikan aset yayasan maupun atas nama pribadi Almaghfurlah KH Ali Wafa Chusnan, pendiri Pondok Pesantren Al Ibrohimi.

Salah satu putra dan pewaris KH Ali Wafa, M Ali Fathomi atau kerap disapa Gus Thomi mengakui jika beberapa aset atas nama orang tuanya berdampingan dengan aset-aset milik yayasan. Karena selama hidupnya, KH Ali Wafa selain menjadi pengasuh juga sekaligus menjadi ketua pembina yayasan yang dia dirikan.

Namun setelah KH Ali Wafa wafat mulai muncul gejolak di internal kepengurusan yayasan. Para pengasuh setia dan putra-putri KH Ali Wafa mulai disisihkan oleh pengurus yang nota bene masih kerabat dekat dari lingkungan lembaga pendidikan dan ponpes di bawah naungan yayasan.

Menyikapi kegaduhan tersebut, Gus Thomi dan saudara-saudaranya kemudian mendirikan yayasan baru yang diberi nama Yayasan Al-Wafai. Pendirian yayasan yang tetap bergiat di bidang pendidikan formal dan nonformal juga disuport oleh beberapa kerabat dekat dan masyarakat.

"Alhamdulillah yayasan baru ini progresnya cukup baik. Setahun ini saja sudah ada sekitar 150 santri yang mondok di sini," ucap Gus Thomi, putra pertama mendiang KH Ali Wafa Chusnan, Selasa (22/7/2025).

Pria jebolan S2 Universitas Al Azhar Mesir ini mengaku prihatin dengan kondisi internal Ponpes Al Ibrohimi yang didirikan mendiang Abahnya. Dulu cukup dikenal luas oleh masyarakat dan memiliki ribuan santri. Tapi kini kondisinya justru berbalik akibat buruknya tata kelola dan manajerial.

Kondisi itu semakin diperparah dengan terungkapnya kasus korupsi dugaan penyelewengan dana hibah Pemprov Jatim yang diduga melibatkan para pengurus Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi.

Bahkan kasus itu sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Gresik. "Kami tinggal menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP untuk menetapkan siapa-siapa saja yang menjadi tersangka," ungkap Kajari Gresik Nana Riana saat konferensi pers mengenai kasus tersebut dengan sejumlah awak media pada Kamis (17/7/2025) lalu.

Lebih jauh Gus Thomi menjelaskan bahwa seiring dengan beroperasinya kegiatan pendidikan di yayasan yang baru didirikan, dia berharap agar aset-aset Yayasan Al Ibrohimi yang atas nama pribadi Abahnya dikembalikan kepada mereka sebagai ahli waris.

Aset itu seperti SDIT Al Ibrohimi yang dibangun oleh mendiang KH Ali Wafa di atas tanah milik pribadinya. Lokasinya di sekitar komplek Al Ibrohimi. Sayangnya gedung tiga lantai ini kini tak digunakan karena dianggap dalam "sengketa".

"Gedung SDIT itu dibangun Abah di atas tanah milik Abah sendiri. Kami minta untuk digunakan kegiatan santri, tapi masih saja digembok," aku Gus Thomi berharap.

Kapolsek Manyar AKP Dante Anan Irawanto membenarkan bila gedung SDIT Al Ibrohimi dibangun di atas tanah milik pribadi KH Ali Wafa. Sementara bangunannya diakui milik Yayasan Al Ibrohimi. "Hasil kesepakatan kedua belah pihak, untuk sementara waktu gedung itu dikosongkan sembari menunggu hasil mediasi masing-masing pihak," kata AKP Dante mengenai status quo bangunan tersebut.

Hanya saja informasi dari pihak Gus Thomi, Camat Manyar Hendriawan Susilo sudah diminta oleh Kajari Gresik untuk membuka gembok pintu masuk ke SDIT Al Ibrohimi. Karena sudah melampaui batas waktu penyegelan.

"Tapi entah kenapa sampai sekarang Camat Manyar masih saja bersikukuh tak mau membukanya. Kuncinya memang dipegang Pak Camat Manyar," ucap Gus Thomi.

Saat dikonfirmasi awak media, baik datang langsung ke kantor maupun lewat telfon berkali-kali, Camat Manyar enggan mau ditemui. "Kalau dia memang jadi penengah mestinya Pak Camat tidak perlu menghindar untuk dikonfirmasi," ucap seorang jurnalis. grs

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Real Madrid Bidik Juergen Klopp

MADRID  (Realita)- Real Madrid sementara mempercayakan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih menggantikan Xabi Alonso. Madrid incar Juergen Klopp atau Enzo …