Lima Fraksi DPRD Kota Bekasi Setujui Pembangunan Monumen Sasak Kapuk

Advertorial

BEKASI (Realita) – Pemerintah Kota Bekasi berencana membangun sebuah monumen di kawasan Sasak Kapuk, yang akan menjadi simbol penghormatan terhadap keberanian rakyat Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rencana pembangunan monumen tersebut mendapat dukungan dari lima fraksi di DPRD Kota Bekasi, yakni Fraksi PKS, Gerindra, PDIP, Golkar, dan PKB. Mereka sepakat bahwa pembangunan monumen ini penting sebagai penguat identitas dan jati diri masyarakat Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa pembangunan monumen ini menjadi bagian dari pelestarian sejarah perjuangan masyarakat Bekasi.

“Pemerintah Kota Bekasi akan membangun Monumen Sasak Kapuk sebagai simbol penghormatan dan bukti nyata bahwa perjuangan para pahlawan Bekasi tidak akan pernah dilupakan,” ujar Tri dalam kegiatan napak tilas HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Bekasi, 20 Agustus 2025.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyatakan bahwa pembangunan ini dapat dilakukan secara kolektif, dengan terlebih dahulu melihat ketersediaan anggaran.

“Kita akan cek dulu, apakah bisa melalui anggaran murni atau anggaran perubahan. Prinsipnya saya mendukung jika pembangunan ini bisa direalisasikan,” ujar Sardi yang juga merupakan anggota Fraksi PKS.

Sardi menambahkan bahwa monumen ini sangat penting sebagai pengingat sejarah perjuangan bagi generasi penerus bangsa.

“Dengan adanya monumen perjuangan ini, generasi yang akan datang tidak akan buta sejarah,” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Fraksi Gerindra, Misbahudin. Ia menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, monumen tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan Bekasi.

“Kami menyambut baik. Harapan saya, monumen ini bukan hanya menjadi ikon Kota Bekasi, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda,” ujar Misbah.

Meski demikian, Misbah memberikan catatan penting agar pembangunan dilakukan dengan perencanaan matang, transparan, dan memiliki desain yang mencerminkan nilai-nilai budaya lokal, khususnya budaya Bekasi.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, mengungkapkan bahwa ide pembangunan monumen ini telah diperjuangkan sejak tahun 2021. Ia berharap proyek ini bisa terealisasi pada tahun depan.

“Monumen Sasak Kapuk ini tidak hanya akan menjadi ikon baru Kota Bekasi, tapi juga sarana edukasi dan pengingat sejarah bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar politisi PDIP tersebut.

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Surya Harjo, turut memberikan usulan agar kawasan di sekitar monumen ditata menjadi taman yang indah dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat.

“Kami mengusulkan agar dibangun juga taman yang dilengkapi dengan pencahayaan yang baik. Jadi masyarakat tidak hanya melihat monumen, tapi juga menikmati keindahan lingkungannya. Bisa jadi tempat swafoto juga,” katanya.

Dengan penataan yang baik, menurutnya, kawasan Sasak Kapuk dapat menjadi ikon baru sekaligus destinasi wisata sejarah di Kota Bekasi.

Senada dengan fraksi lainnya, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Ahmadi, juga menyatakan dukungannya. Ia menyarankan agar monumen ini dilengkapi dengan dokumentasi visual sejarah perjuangan rakyat Bekasi.

“Kalau bisa, tidak hanya monumen. Perlu juga dibuat dokumenter yang menggambarkan sejarah perjuangan tersebut, agar esensinya benar-benar sampai ke generasi muda,” ucapnya.

Sebagai informasi, monumen ini rencananya akan dibangun di sekitar Jembatan Sasak Kapuk, Jalan Kali Abang Tengah, Kota Bekasi.adv

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Puasa Karena Diet atau Tren, Bolehkah?

RAMADHAN adalah bulan ibadah dan kesempatan besar untuk meraih pahala. Namun, penting bagi kita untuk bertanya pada diri sendiri yaitu apakah kita berpuasa …