PONOROGO (Realita)- Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko melakukan peninjauan pelaksanaan sosialisasi Program Desa Hebat yang dilakukan di balai Kecamatan Balong, Rabu ( 03/08/2025 ).
Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Desa se Kecamatan Balong, dan operator desa itu, Bupati Sugiri menekankan pentingnya out put bukan hanya pemenuhan data dalam program Desa Hebat ini. Pasalnya memalui program ini, pihaknya ingin desa-desa di Ponorogo lebih tepat sasaran dalam membangun desa dengan basis pembangunan 9 aspek dasar pada Program Desa Hebat.
“ Jadi ini bukan lomba, saya tidak ingin program Desa Hebat ini disamakan dengan lomba-lomba lainnya. Jadi saat lomba saya desa dipercantik demi kecukupuan data, tapi setelah lomba kembali lagi seperti semula tidak ada yang berubah, out put untuk masyarakat tidak ada. Jangan sampai seperti itu,” ujarnya.
Bupati Giri mengungkapkan, data yang dimasukkan dalam website desa hebat, ada Cara Pemkab memotret pembangunan di desa. Namun, hal itu bukan menjadi penilaian mutlak bagi Pemkab untuk mengategorikan hebat bagi desa.
“ Jadi desa hebat itu bukan hanya data nya yang hebat tapi faktanya juga hebat,” ungkapnya.
Ia memberikan contoh, dalam aspek lingkungan hidup, ada 3 parameter yang dinilai antara lain, bank sampah, pengelolaan sampah, dan Ruang Terbuka Hijau( RTH). Menurut dengan gerakan pengelolaan sampah yang benar dan menjaga kelangsungan lingkungan yang dimulai dari desa, maka permasalahan sampah di Ponorogo bisa terselesaikan.
“ Jadi kami ingin mendorong desa itu punya bank sampah, bukan hanya mengurangi mobilisasi sampah ke TPA, tapi juga ada manfaat ekonomisnya bagi masyarakat. Ini keren. Pengelolaan sampah yang benar akan mengedukasi masyarakat menyelesaikan sampahnya di rumah tangganya masing-masing. Bila ini berjalan maka darurat sampah di Ponorogo selesai,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya tidak tutup mata bagi desa yang serius menerapkan 9 aspek desa hebat secara nyata dan berkelanjutan. Sejumlah apresiasi pun telah disiapkan bagi desa yang layak menyangdang status hebat sesungguhnya.
“ Ada tiga tingkatan, yaitu Purwa, Madya, dan Wisesa. Yang menyandang status Wisesa akan mendapatkan hadiah Rp 1 miliar, ada juga dana fasilitasi bagi kecamatan yang mengantar desa nya menjadi wisesa. Dan juga ada dana apresiasi juga,” tambahnya.
Ia berharap program ini bisa menjadi embrio perubahan di Ponorogo, membangun bukan lagi dari Top Down tapi dari bawah ke atas.
“ Jadi ini yang ingin kita rubah secara nyata, bahwa membangun itu dari bawah ke atas,” pungkasnya. adv/znl
Editor : Redaksi