PIDIE JAYA (Realita)- Muhammad (73) warga Gampong Beurawang, Kecamatan Meureudu meninggal dunia usai diduga kuat mengalami serangan jantung akibat kepanikan massal yang dipicu oleh kabar bohong atau hoaks tentang tsunami yang menerjang pesisir daerah tersebut pada Senin (1/12/2025).
Peristiwa tragis ini terjadi di tengah kepanikan warga pesisir yang spontan mengungsi setelah mendengar teriakan peringatan palsu. Korban meninggal dunia setelah terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.
Pihak keluarga korban membenarkan kejadian ini dan mendesak aparat untuk menindak penyebar hoaks yang menyebabkan korban jiwa.
Anak kandung korban membenarkan kabar duka tersebut saat ditemui di kamar jenazah RSUD Pidie Jaya dinihari. Ia menjelaskan bahwa ayahnya, yang memiliki riwayat penyakit jantung, ikut panik mendengar teriakan histeris warga.
“Bapak memang ada riwayat sakit jantung. Saat mendengar orang-orang berteriak air laut naik, bapak berusaha lari menyelamatkan diri. Di tengah jalan bapak terjatuh dan tidak lama kemudian tidak sadarkan diri,” ujar anak korban.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, nyawa Muhammad tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis tak lama setelah tiba.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga dan masyarakat berharap Kepolisian dan aparat terkait segera menelusuri dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab menyebarkan kabar bohong yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Diketahui ribuan warga dari berbagai gampong di Kabupaten Pidie Jaya dilaporkan keluar rumah dan mengungsi secara spontan menuju arah pegunungan.
Warga berhamburan keluar rumah pada malam hari, banyak yang terpaksa meninggalkan harta benda dalam keadaan terburu-buru.
Dalam suasana gelap dan penuh desakan, banyak warga lain yang dikabarkan terjatuh, terpeleset, dan terinjak, hingga mengalami luka-luka.am
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-44919-kepanikan-akibat-hoaks-tsunami-renggut-nyawa-lansia-di-pidie-jaya