Prabowonomics : Dari Ketahanan Pangan Menuju Kekuatan Global

JAKARTA (Realita) - Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan arah yang tegas dalam  membangun fondasi kebangkitan nasional. Optimisme terhadap kepemimpinan ini, 
menurutnya, lahir dari pembacaan objektif atas kebijakan yang terencana, capaian awal yang  konkret, serta konsistensi implementasi program strategis, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pemikiran Strategik Prabowonomics, Tommy Nikson, di Jakarta, Kamis (02/04/2026). 

"pemerintahan Prabowo dibangun di atas strategi jangka panjang  yang terukur. Presiden telah merancang arah pembangunan nasional melalui kajian mendalam,  sehingga kebijakan yang dijalankan tidak bersifat reaktif, melainkan sistematis dan berkelanjutan . Pendekatan ini dinilai menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sekaligus  percepatan pembangunan," Tegas Tommy. 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu contoh utama. Program ini tidak  hanya diposisikan sebagai bantuan sosial, tetapi sebagai instrumen ekonomi yang mampu 
menggerakkan aktivitas produksi nasional. Peningkatan kebutuhan pangan mendorong peran  petani, pelaku usaha kecil, hingga distribusi di tingkat daerah, sehingga menciptakan efek 
berganda dalam perekonomian.

Selain berdampak pada ekonomi, MBG juga dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam  pembangunan sumber daya manusia. Peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya  generasi muda, diyakini akan memperkuat produktivitas dan daya saing Indonesia di masa 
depan. Dengan demikian, kebijakan ini memiliki dimensi strategis yang melampaui tujuan jangka pendek.

Di sektor pangan, capaian pemerintah dinilai signifikan. Cadangan beras nasional yang telah melampaui 3 juta ton menjadi indikator keberhasilan dalam memperkuat kemandirian.  Menurut Tommy, hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan menjaga stabilitas di tengah dinamika global.

Penguatan juga terlihat pada kapasitas negara dalam mengoordinasikan pembangunan. Sinergi  antara pemerintah, sektor usaha, dan berbagai institusi strategis memungkinkan program berjalan lebih efektif. Konsolidasi ini dinilai sebagai langkah penting dalam mempercepat 
realisasi kebijakan nasional.

Di tingkat global, posisi Indonesia juga mengalami peningkatan. Pengakuan internasional terhadap Presiden Prabowo, termasuk masuk dalam daftar pemimpin dunia berpengaruh versi 
The Straits Times, menunjukkan semakin kuatnya peran Indonesia dalam percaturan global . 

Indonesia kini tampil lebih aktif dalam mendorong kerja sama internasional yang adil dan berimbang. Tommy menilai kombinasi antara penguatan ekonomi domestik dan diplomasi global 
mencerminkan kepemimpinan yang komprehensif. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan internal, tetapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia di dunia.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa momentum saat ini merupakan peluang penting bagi Indonesia untuk melakukan lompatan besar. Dengan arah kebijakan yang konsisten dan dukungan seluruh elemen bangsa, Indonesia diyakini mampu menuju masa depan yang lebih mandiri, berdaulat, dan berdaya saing global. hd

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Debt Collector Dihajar Massa

SEBUAH insiden yang melibatkan seorang debt collector menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah …

Pria Tewas Ditikam di Teluk Masjid Jami

BANJARMASIN– Belum genap sepekan dari peristiwa penusukan yang menewaskan seorang pria di Jalan Belitung Darat, aksi serupa kembali terjadi di Kota B …