KEDIRI (Realita) - Pemerintah Kota Kediri kembali melanjutkan program ATM Beras MAPAN pada tahun kedua pelaksanaannya sebagai upaya mengurangi beban masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga rentan.
Program ini secara khusus menyasar warga pada desil 1 hingga 4 yang belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, keberlanjutan program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat miskin, terutama kategori miskin ekstrem yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Ini adalah ikhtiar bersama untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di Kota Kediri, khususnya desil 1 sampai 4,” ujarnya (16/4).
Ia menjelaskan, penyaluran ATM Beras MAPAN kali ini dilaksanakan secara serentak di seluruh kelurahan dengan total penerima manfaat sekitar 4.285 orang. Adapun jumlah beras yang disalurkan mencapai 35.000 kilogram untuk alokasi bulan Januari dan Februari.
Penyaluran dilakukan sekaligus mengingat sebelumnya pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan menjelang Lebaran. Setelah itu, program ATM Beras MAPAN kembali dilanjutkan sebagai bentuk keberlanjutan bantuan bagi masyarakat. “Untuk alokasi bulan Maret dan April, insyaallah akan kami salurkan pada bulan Mei,” tambahnya.
Mbak Wali menegaskan, data penerima manfaat bersifat dinamis karena terus diperbarui melalui survei lapangan. Masyarakat yang kondisi ekonominya membaik hingga masuk desil 5 atau 6 akan dikeluarkan dari daftar penerima. Sebaliknya, warga yang mengalami penurunan kondisi ekonomi akan dimasukkan sebagai penerima baru.
Salah satu contohnya terjadi di Kelurahan Pocanan, di mana jumlah penerima mengalami penambahan. Jika sebelumnya kurang dari 24 orang, kini menjadi 24 penerima manfaat. “Dengan mekanisme ini, kami berharap bantuan semakin tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin menambahkan, program ATM Beras MAPAN merupakan bentuk intervensi daerah bagi warga yang belum mendapatkan bantuan pusat seperti BPNT maupun PKH. “Selama masih berada di desil 1 sampai 4 dan belum menerima bantuan pusat, maka bisa menjadi penerima program ini,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa penyaluran dilakukan setiap dua bulan sekali. Selain itu, pemerintah kota juga tengah menyiapkan bantuan lain, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana bagi hasil cukai yang direncanakan cair sekitar Agustus mendatang untuk membantu kebutuhan keluarga, terutama menjelang tahun ajaran baru.
Untuk mekanisme pengambilan, masyarakat diberikan waktu selama satu minggu di masing-masing kelurahan. Namun, pada wilayah dengan jumlah penerima yang sedikit, penyaluran bisa diselesaikan dalam satu hari.
Salah satu warga Kelurahan Pocanan, Toba’i, mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia mewakili mertuanya mengambil bantuan beras dan menyebut prosesnya mudah. “Lumayan membantu, kami sekeluarga ada lima orang dapat sekitar 10 liter. Prosesnya juga mudah, tadi ada petugas yang membantu,” tuturnya.
Pemerintah Kota Kediri pun mengajak masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan program agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.nia
Editor : Redaksi