Peladu Sungai Brantas Datang, BPBD Kota Kediri Patroli dan Imbau Warga Waspada

KEDIRI (Realita) - Fenomena pladu atau flushing Sungai Brantas kembali menarik perhatian warga Kota Kediri. Di sepanjang bantaran sungai, masyarakat tampak antusias membawa jaring dan alat pancing untuk berburu ikan yang terbawa arus (18/5).

Mengantisipasi potensi risiko akibat meningkatnya debit air dan derasnya arus sungai, Pemerintah Kota Kediri melalui BPBD Kota Kediri melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan.

 

Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta I terkait pelaksanaan flushing yang dimulai sejak pagi hari.

 

 

 

 

Selain itu, BPBD juga melakukan sosialisasi di sejumlah titik tambangan di wilayah Manisrenggo dan Ngronggo agar para pengelola penyeberangan lebih waspada selama pladu berlangsung.

 

 

 

 

“Kalau debit air naik, kami imbau aktivitas penyeberangan dihentikan sementara sampai kondisi kembali normal. Intinya keselamatan yang utama,” ujar Joko.

 

 

 

 

Pada Minggu sore, BPBD bersama relawan gabungan dan jajaran Pemerintah Kota Kediri juga melakukan patroli di sepanjang bantaran Sungai Brantas hingga kawasan Masjid Agung.

 

 

 

 

Petugas terus mengimbau warga agar tidak terlalu dekat dengan bibir sungai karena debit air diperkirakan meningkat mulai sekitar pukul 18.00 WIB.

 

 

 

 

“Peladu identik dengan arus yang kencang, debit tinggi, dan air keruh. Kalau terpeleset sedikit saja bisa bahaya. Jadi jangan hanya fokus mencari ikan, keselamatan harus diutamakan,” tambahnya.

 

 

 

 

BPBD Kota Kediri juga menyiagakan dua perahu lengkap dengan pelampung serta peralatan pertolongan pertama. Sekitar 30 personel gabungan dari BPBD, TNI, PMI, RAPI, Rumah Zakat, dan relawan lainnya diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan patroli secara berkala selama 24 jam.

 

 

 

 

Sementara itu, Pj Sekda Kota Kediri, Endang Kartika Sari, mengatakan pladu merupakan proses rutin pembersihan waduk untuk mengurangi endapan sedimen.

 

 

 

 

Menurutnya, meski kegiatan tersebut rutin dilakukan, masyarakat tetap diminta waspada karena peningkatan debit air dapat membahayakan warga yang berada terlalu dekat dengan sungai.

 

 

 

 

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan tidak terlalu ke tepi sungai. Harapan kami tidak ada insiden yang membahayakan di wilayah Kota Kediri,” ujarnya.

Ia menambahkan, manfaat flushing memang tidak dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Kediri, namun penting untuk menjaga kapasitas tampung waduk agar suplai air untuk irigasi tetap optimal.nia

Editor : Redaksi

Berita Terbaru