MALANG – Program Studi Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB), terus memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi industri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kuliah tamu program 3 in 1 pada mata kuliah Manajemen Risiko yang digelar pada Jumat (18/4/2026) di Auditorium Gedung B Lantai 8 FPIK UB.
Kegiatan bertema “Risk Management in Global Fisheries Agroindustry” ini menghadirkan praktisi industri global, Yossi Sudarso, S.Pi., selaku Assistant Manager of Quality Control PT. Aneka Tuna Indonesia (PT. ATI). Kuliah tamu diikuti mahasiswa Agrobisnis Perikanan dengan antusias tinggi sebagai bagian dari penguatan wawasan praktis terkait manajemen risiko dalam industri perikanan internasional.
Ketua pelaksana program 3 in 1, Dr. Tiwi Nurjanati, S.Pi., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman langsung dari praktisi agar mampu melihat bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam dunia kerja dan industri global,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Yossi Sudarso menekankan bahwa manajemen risiko merupakan aspek penting dalam agroindustri perikanan yang menghadapi tantangan kompleks, mulai dari fluktuasi pasar internasional, standar mutu ekspor, keamanan pangan, hingga keberlanjutan sumber daya perikanan.
“Industri perikanan global menuntut sistem pengendalian mutu yang ketat. Karena itu, quality control dan quality assurance harus diterapkan secara terintegrasi untuk meminimalkan risiko dan menjaga kepercayaan konsumen,” jelas Yossi.
Ia juga memaparkan berbagai strategi mitigasi risiko yang diterapkan di PT. ATI, seperti pengawasan menyeluruh pada rantai produksi, penerapan standar internasional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, kemampuan mengelola risiko menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan bidang agroindustri perikanan di era persaingan global.
Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait standar ekspor produk perikanan, manajemen kualitas, hingga strategi menghadapi risiko pada rantai pasok industri perikanan global.
Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Risiko, Riski Agung Lestariadi, S.Pi., M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa program 3 in 1 menjadi inovasi pembelajaran yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan dinamika dunia industri.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pola pikir kritis, adaptif, dan solutif dalam menghadapi tantangan sektor perikanan dan agroindustri,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Agrobisnis Perikanan FPIK UB menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing global, dan siap menghadapi perkembangan industri perikanan modern. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 14 tentang Ekosistem Laut melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan berkelanjutan.
Editor : Redaksi