TEHERAN (Realita)- Garda Revolusi Iran bersikeras tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi tuntutan, termasuk membayar kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Blokade yang dilakukan Iran terhadap saluran energi penting ini telah mengguncang sekutunya, mengguncang pasar dan menaikkan harga. Namun Presiden AS Donald Trump merespons itu dengan santai.
Teheran bersikeras mempertahankan kendali atas Hormuz. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada hari Sabtu (8/8) menetapkan daftar syarat untuk membuka kembali selat tersebut.
Beberapa syarat itu di antaranya, diakhirinya perang di semua lini, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, berakhirnya sanksi, pelepasan aset yang dibekukan dan kompensasi atas kerusakan pada masa perang, sebagaimana diberitakan oleh kantor berita Tasnim, dikutip dari AFP
Persyaratan tersebut mencerminkan ketentuan perjanjian bulan Juni, yang mencakup ketentuan untuk menyediakan dana rekonstruksi sebesar USD 300 miliar untuk Iran.ran
Editor : Redaksi