Turunkan 23 Atlet, IBCA MMA Kota Madiun Sabet 10 Emas di Kejurprov Sirkuit 3

MADIUN (Realita) - Prestasi kontingen IBCA MMA Kota Madiun menunjukkan tren positif pada Kejurprov MMA Sirkuit 3 di Kota Blitar. Turun dengan kekuatan 23 atlet, kontingen Kota Madiun sukses mengantongi 20 medali yang terdiri dari 10 emas, lima perak, dan lima perunggu.

Meski berhasil membawa pulang 20 medali, target menjadi juara umum belum berhasil diwujudkan. Namun, capaian tersebut dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan hasil pada kejuaraan sebelumnya.

Ketua IBCA MMA Kota Madiun Armaya mengatakan, peningkatan prestasi tersebut menjadi modal penting bagi pembinaan atlet ke depan. Terlebih, kontingen Kota Madiun mampu bersaing dengan daerah lain yang menurunkan jumlah atlet lebih banyak.

"Target kemarin memang juara umum. Memang belum tercapai, tetapi secara pencapaian kami mengalami lompatan luar biasa," ujarnya, Jumat (25/9/2026). 

Wakil Ketua IBCA MMA Kota Madiun Djoko Bambang Setiono menambahkan, tren peningkatan prestasi terlihat dari hasil sejumlah kejuaraan sebelumnya. Pada Kejurprov 2024, dua atlet yang diterjunkan mampu meraih satu emas dan satu perak.

Sementara pada Sirkuit 2, 16 atlet IBCA MMA Kota Madiun berhasil menyumbangkan empat emas, lima perak, dan lima perunggu.

Menurut Djoko, hasil di Sirkuit 3 menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi agenda yang lebih besar, terutama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. 

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi teknik bertanding, kemampuan melakukan serangan balik atau counter, serta strategi menghadapi karakter dan gaya bertanding lawan.

"Banyak yang dievaluasi. Mulai teknik, cara melakukan counter, hingga menghadapi lawan dengan kemampuan striking. Tim pelatih sudah mempelajari semuanya untuk persiapan kejuaraan berikutnya," jelasnya.

Di sisi lain, Penasihat IBCA MMA Kota Madiun Priyambodo mengapresiasi perjuangan para atlet yang berhasil membawa pulang 20 medali dari Sirkuit 3. 

Dia berharap capaian tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan prestasi hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan dukungan secara berkelanjutan, baik dari sisi teknis maupun fisik. 

Dukungan tersebut dinilai penting agar para atlet dapat terus berkembang dan memiliki kesiapan menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.

"Kalau ada hal yang mengganggu teknis maupun fisik, kita dukung. Harapannya, ke depan mereka bisa menjadi atlet nasional," tegasnya. Yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru