SEMARANG (Realita)- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons dampak kemarau panjang yang kian meluas dan mulai menyulitkan kehidupan masyarakat. Sebagai langkah konkret secara batiniah, Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dan Sekretaris Umum Dr. KH. Muhammad Syaifudin, MA secara resmi telah melayangkan surat permohonan pada Senin, 19 Oktober 2026 kepada Gubernur Jawa Tengah serta kepada seluruh pengurus MUI di 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Menurut Ketua Umum MUI Jawa Tengah Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Rabu, 21 Oktober 2026, dalam rilisnya, surat tersebut berisi permohonan kepada Gubernur Jawa Tengah dan imbauan kepada seluruh MUI kabupaten dan kota untuk menyelenggarakan Salat Istisqa (salat memohon hujan) berjamaah secara serentak pada Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, mendatang.
Untuk tingkat Provinsi Jawa Tengah, kegiatan akan dipusatkan secara hidmat dan sederhana di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. Agenda ini rencana akan dihadiri langsung oleh Gubernur Achmad Lutfhi dan Wakil Gubernur KH Taj Yasin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, elemen masyarakat luas, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Gubernur yang beragama Islam.
Melalui surat tertanggal 19 Oktober tersebut, gerakan ini juga diarahkan di seluruh daerah. MUI Jawa Tengah meminta pengurus MUI di 35 Kabupaten/Kota segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar menyelenggarakan Salat Istisqa di halaman kantor Bupati atau Wali Kota masing-masing. Pelaksanaan di tingkat daerah ini diharapkan melibatkan kepala daerah, jajaran Forkopimda setempat, ormas Islam, masyarakat luas, serta para ASN daerah secara bersama-sama.
Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan, kondisi kekeringan berkepanjangan yang melanda Jawa Tengah membutuhkan kebersatuan hati dari seluruh elemen kepemimpinan dan masyarakat.
"Dampak kemarau panjang ini sudah mulai dirasakan nyata oleh masyarakat, mulai dari krisis air bersih hingga kendala sektor pertanian. Salat Istisqa ini merupakan momentum krusial bagi ulama, umara (pemerintah), dan seluruh warga Jawa Tengah untuk bersimpuh bersama secara sederhana, memohon ampun, dan mengetuk pintu rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar cobaan kekeringan ini segera diangkat dan digantikan dengan curahan hujan yang membawa berkah," ujarnya.
Untuk pelaksanaan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, panitia telah menetapkan susunan tokoh ulama nasional dan sepuh daerah yang akan memimpin jalannya ibadah:
Imam Salat: Imam Besar Masjid Agung Kawa Tengah, KH. Ulil Abshar, *Al-Hafidz*
Khatib: Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.
Pemimpin Doa I: Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah, KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si,
Pemimpin Doa II: Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah Kalialang, Gunungpati, Semarang, KH. M. Said Al-Masyhad.
MUI Jawa Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tidak dapat hadir di lokasi kantor pemerintahan untuk mengiringi gerakan ini dengan memperbanyak amalan istigfar, meningkatkan kepedulian sosial, serta memanjatkan doa tulus dari tempat aktivitas.
Editor : Redaksi