Rabu, 19 Mei 2021 WIB

Go Digital, Kemenkop UKM Gandeng TikTok

Sabtu, 01 Mei 2021 17:04 WIB
Go Digital, Kemenkop UKM Gandeng TikTok

Kementerian Koperasi dan UKM melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan lima lembaga/Institusi yaitu Universitas Padjajaran, Universitas Prasetiya Mulya, Telkomsel, GIZ (Gesellsc

 SUMEDANG (Realita) Guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UKM di kabupaten/kota di Jawa Barat  agar mampu Naik Kelas sekaligus mengarahkan untuk Go Digital, Kementerian Koperasi dan UKM  melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)  dan Perjanjian Kerja Sama (PKS)  dengan lima lembaga/Institusi yaitu  Universitas Padjajaran, Universitas Prasetiya Mulya, Telkomsel, GIZ (Gesellschaft Für Internationale Zusammenarbeit)  dan Tik Tok  Pte Ltd, di Jatinangor, Sumedang, Kamis (29/4/2021).

Penandatanganan MoU dan PKS  dilakukan oleh Asdep Pengembangan SDM UKM Dwi Andriani Suliatyowati,  mewakili  Deputi Bidang UKM, Hanung Harimba Rachman yang hadir secara daring dan perwakilan lima lembaga/institusi tersebut. Ikut hadir dan menyaksikan penandatanganan MOU ini antara Iain Sekretaris Dinaskop dan Usaha Kecil Jabar, Surah dan perwakilan Dinas Koperasi dan UKM di Kabupaten/Kota di Jawa Barat. 

Berbarengan dengan penandatanganan MoU dan PKS itu juga  dilakukan Sinergi Kegiatan Pengembangan kapasitas SDM UKM , Pelatihan Ketrampilan Teknis Produksi dan Digital Marketing yang diikuti oleh 120 pelaku UKM di Kabupaten/Kota di Jawa Barat, yang terbagi dalam empat angkatan.

"Diharapkan melalui kesepakatan ini, dapat dimulai gebrakan UKM untuk bertransformasi dari manual ke digital sehingga dapat bergerak lebih cepat, lincah, dan efektif dalam menjalankan bisnisnya" ujar Hanung, Deputi Bidang UKM  KemenkopUKM dalam sambutannya melalui virtual.

 Caranya, pelaku UKM yang telah mapan dan siap untuk on boarding, akan didampingi dalam proses go digital melalui pelatihan digital marketing dan pelatihan peningkatan Skill dalam teknis produksi, yang melibatkan instruktur yang berkompeten.

Hanung mengatakan,  upaya ini menunjukan komitmen dan keseriusan Deputi Bidang UKM melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan yang harapannya pengembangan dan pemberdayaan UKM secara konkrit mampu meningkatkan omset dan berdaya saing secara profesional, bahkan UKM naik kelas dan siap bersaing untuk masuk pasar ekspor. "Sesuai arahan Bapak Menteri, kita harus bisa mencetak UKM naik kelas dan Ekspor yang sustainable", ujarnya.agus