PONOROGO (Realita)- Ambrolnya talud jalan di kawasan Rt 01 Rw 02 Dukuh Krajan Desa Talun Kecamatan Ngebel akibat longsor beberapa waktu lalu, DPRD Ponorogo turun gunung melihat lokasi tersebut.
Pasalnya, tak hanya membuat talud jalan ambrol. Longsor yang dipicu hujan deras pada 17 Februari lalu itu, juga memutus saluran irigasi untuk lahan persawahan seluas 10 hektar di kawasan ini. Bahkan kondisi ini juga mengancam pasokan air ke Telaga Ngebel.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Ribut Riyanto yang meninjau lokasi mengatakan, percepatan penanganan talud dan irigasi yang ambrol agar segera dilakukan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Ponorogo, hal ini untuk meminimalisir kerugian petani agar tidak semakin besar.
" Kami melihat langsung dampak dari longsor ini. Irigasi yang terputus akan berpengaruh pada hasil panen petani, bahkan bisa berdampak pada suplai air ke Telaga Ngebel. Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan tindakan nyata agar kondisi ini tidak berlarut-larut," ujar politisi PKS ini, Rabu (05/03/2025).
Ribut mengaku pihaknya akan mengawal penuh proses penanganan ambrolnya talud jalan dan irigasi di Desa Talun ini. Hal ini dilakukan agar perbaikan yang dilakukan sesuai harapan petani dan dapat segera dilaksanakan.
" Akan kita kawal terus perbaikan nantinya. Agar apa yang dikerjakan sesuai spek dan harapan petani disini," akunya.
Sementara itu, Pejabat BPBD Ponorogo Hadi Susanto yang juga berada di lokasi mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan Destana Talun. Untuk mengantisipasi semakin meluasnya alud yang longsor.
" Pengkajian cepat sudah dilakukan, termasuk termasuk pemasangan sandbag untuk menahan dinding jalan agar tidak longsor dan pemetaan area berisiko longsor susulan," akunya.
Hadi menambahkan, kendati status keadaan darurat bencana belum ditetapkan, namun pihaknya terus melakukan pemantau kondisi longsor di Desa Talun guna mengantisipasi kemungkinan adanya longsor susulan.
" Ini tim kita memantau terus untuk mengantisipasi adanya longsor susulan di areal ini," pungkasnya. adv/znl
Editor : Redaksi